Sunday, September 19, 2021

Kopi Nusantara

Kopi Nusantara, Primadona di Negeri Sendiri

19 Februari 2021

Kuliner menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang terus tumbuh dengan pesat. Bahkan, kuliner dikategorikan sebagai industri yang abadi. Sebab, kuliner bukan lagi sekadar kebutuhan, namun sudah menjadi gaya hidup. Salah satu subsektor kuliner yang sedang tumbuh dengan pesat, bahkan menjadi gaya hidup baru masyarakat adalah kopi nusantara.

Kopi nusantara menjadi salah satu produk Indonesia yang terus mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat dan luar biasa. Hal ini tentu saja karena kepopuleran kopi nusantara yang terus meningkat setiap harinya, dan makin diminati masyarakat, baik secara nasional maupun mancanegara. Menurut Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian, konsumsi kopi nasional pada 2016 mencapai sekitar 249.800 ton, dan tumbuh menjadi 314.400 pada 2018. Diharapkan, pada 2021 konsumsi kopi naik hingga 370.000 ton.

Meningkatnya jumlah konsumsi kopi nasional tentunya dibarengi dengan tingkat produksi kopi nusantara. Berdasarkan data BPS 2019, Indonesia berhasil memproduksi kopi sebanyak 742.000 ton. Dari total keseluruhan kopi nusantara tersebut, wilayah Sumatera Selatan masih menjadi lumbung kopi terbesar di Indonesia. Provinsi Sumatera Selatan berhasil memproduksi kopi sebanyak 184.168 ton, atau hampir setara dengan 25% produksi kopi nasional pada 2018. Di tahun yang sama nilai ekspor kopi nusantara berhasil mencapai Rp9,5 triliun.

Tak hanya itu, kopi nusantara juga mendapatkan aspirasi dari pecinta kopi secara global. Terbukti, Indonesia berhasil masuk sebagai salah satu produsen biji kopi terbesar ke-4 di dunia (2019). Dengan jumlah rata-rata kopi nusantara yang dihasilkan adalah sekitar 742 ribu ton. Menariknya, pertumbuhan ekspor kopi nusantara terus berlanjut pada periode Januari hingga April 2020 sebesar 1,34%, menjadi 158.780 ton, jika dibandingkan periode yang sama pada 2019.


Kebiasaan Ngopi Orang Indonesia

Melihat geliat produksi kopi nusantara, primadona di negeri sendiri tidak mengherankan kuliner yang menjadi subsektor unggulan ekonomi kreatif dapat menjadi lokomotif kebangkitan industri kreatif Indonesia. Berbekal inovasi dari pelaku ekonomi kreatif serta pengembangan usaha yang mengikuti tren era digital, pelaku kuliner Indonesia siap bersaing di tengah ketatnya kompetisi di pasar lokal, regional, maupun global.

Sebagai contoh, ekonomi kreatif yang sedang tumbuh pesat di Indonesia saat ini adalah kedai kopi kekinian. Meski sebagian orang akan memilih menyeduh dan menikmati kopi sendiri di rumah, sebagian lain ada yang memilihngopi sambil berkumpul bersama rekan di kedai kopi.

Hal ini dikarenakan banyak fasilitas yang diberikan di kedai kopi. Selain tempat yang nyaman, sarana jaringan internet, hingga iming-iming potongan harga dari beberapa pihak juga menjadi pertimbangan. Dari hal sederhana inilah, kedai kopi kekinian menjamur di kota-kota besar di Indonesia.

Di balik banyaknya kedai kopi di Indonesia, ada satu hal yang menarik, yaitu kopi nusantara yang tetap jadi primadonanya. Sekarang banyak kedai kopi lokal yang turut menyajikan berbagai macam kopi nusantara. Hal inilah yang menjadikan tingkat konsumsi kopi nusantara di Indonesia terus naik selama lima tahun terakhir.

Pada 2014-2015 jumlah konsumsi kopi nusantara hanya sebesar 4.417 kantong, dan meningkat 4.550 kantong (2015-2016). Namun dalam periode 2018-2019 jumlah konsumsi kopi nusantara meningkat hingga mencapai 4.800 kantong berkapasitas 60 kg.

Tak hanya dalam negeri, kopi nusantara juga banyak diminati pecinta kopi dunia. Sebagai contoh, gerai kopi internasional Starbucks Reserve turut menyajikan berbagai jenis kopi nusantara di kedai mereka. Mulai dari kopi Toraja Sapan Village, kopi Jawa Barat, hingga kopi Bali yang ternyata meninggalkan cita rasa tersendiri bagi masyarakat dunia.


Jenis Kopi Nusantara Terpopuler di Indonesia

Berbicara tentang kopi nusantara, primadona di negeri sendiri tentunya kurang lengkap jika tidak mengetahui jenis kopi paling terkenal di Indonesia, bahkan dunia. Berikut beberapa jenis kopi nusantara yang biasanya dijajakan di kedai kopi.


Kopi Gayo

Kopi Aceh Gayo menjadi salah satu jenis kopi nusantara yang cukup populer, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Salah satu karakteristik dari jenis kopi nusantara ini adalah aroma yang kuat dan gurih, serta tingkat keasaman yang rendah.

Mengutip dari laman*Kompas.com, Co-Founder Shoot Me In The Head, sekaligus Licensed Q Arabica Grader, Cindy Herlin Marta menjelaskan, kopi Aceh Gayo adalah kopi nusantara yang paling banyak di ekspor Indonesia. Menariknya, biji kopi Aceh Gayo paling banyak diminati masyarakat Jepang.


Kopi Ciwidey

Kopi Ciwidey juga menjadi salah satu jenis kopi nusantara, primadona di negeri sendiri. Bahkan, kopi Ciwidey pernah mendapatkan predikat sebagai kopi termahal di Indonesia dan tercatat dalam rekor MURI 2017.

Saat lelang yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Pacific Coffee Conference di Jakarta pada 2017 silam, kopi Ciwidey dihargai Rp2.050.000/kg. Angka ini sangat mengejutkan banyak pihak, khusus pecinta kopi, karena harga kopi tertinggi pada lelang sebelumnya hanya sampai di angka Rp650.000/kg.

Salah satu alasan mengapa kopi Ciwidey layak dihargai mahal adalah karena rasa dan aromanya yang unik. Kopi Ciwidey memiliki rasa yang cenderung manis saat diminum. Rasa tersebut didapat setelah melewati proses yang cukup panjang demi mendapatkan biji kopi nusantara yang berkualitas.


Kopi Toraja

Tak kalah nikmat dari jenis kopi sebelumnya adalah kopi Toraja, yang popularitasnya bukan hanya di nusantara namun hingga mancanegara. Hal ini berkat rasa kopi Toraja yang unik dibandingkan dengan jenis kopi nusantara lainnya.

Keunikan dari kopi Toraja didapat dari perpaduan rasa coklat, tembakau, dan karamel di tiap seduhan kopinya. Tekstur dari kopi Toraja dikenal sangat halus dan harum, sehingga akan membuat setiap orang yang meminumnya menjadi lebih rileks.


Kopi Mandailing

Kopi Mandailing merupakan kopi jenis arabika yang ditanam di daerah Mandailing Natal, perbatasan Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Tidak hanya cocok dan populer di kalangan masyarakat Indonesia, kopi Mandailing juga menjadi primadona bagi orang Eropa. Hal ini disebabkan kopi Mandailing memiliki cita rasa yang lezat, kekentalan yang cukup tinggi, namun tingkat keasaman yang rendah.

Selain itu, kopi Mandailing memberikan sentuhan rasa yang unik di lidah. Rasa agak pedas, namun tetap bersahaja. Tidak mengherankan, hingga saat ini kopi Mandailing berhasil menarik perhatian pecinta kopi di banyak negara, seperti Jepang, Eropa, hingga Amerika Serikat.


Sumber :

https://www.kemenparekraf.go.id/ragam-ekonomi-kreatif/Kopi-Nusantara%2C-Primadona-di-Negeri-Sendiri

Tradisi Minum Kopi di Aceh

Tradisi Minum Kopi yang Menjadi Gaya Hidup di Aceh

Tradisi minum kopi ini telah berkembang turun temurun seiring perkembangan Aceh sebagai salah satu daerah produsen kopi kelas dunia.

Masyarakat Aceh tidak dapat dipisahkan dari kopi. Karena itulah, kedai kopi akan banyak kita temui di berbagai pelosok negeri berjuluk Serambi Mekkah ini. Baik siang maupun malam, berbagai lapisan masyarakat di Aceh mengisi kedai-kedai kopi untuk bersantai minum kopi.

Tidak terbatas dari yang muda hingga yang tua, pria maupun wanita, miskin maupun kaya, semua berbaur tanpa sekat-sekat pembatas. Bisa dikatakan, kopi ibarat nafas bagi orang Aceh yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka sejak zaman kesultanan Aceh.

Tradisi minum kopi ini telah berkembang turun temurun seiring perkembangan Aceh sebagai salah satu daerah produsen kopi kelas dunia. Sejak era kolonial Belanda hingga sekarang, setidaknya ada dua daerah sentra produksi kopi di Aceh, yaitu Ulee Kareng dan Gayo. Kopi Ulee Kareng yang termasuk jenis kopi Robusta dihasilkan dari Kecamatan Ulee Kareng.

Sementara, kopi Gayo yang termasuk jenis Kopi Arabika di pasar dunia termasuk kelas kopi premium. Kedua jenis kopi inilah yang mengharumkan nama Aceh sebagai salah satu produsen kopi terbaik di Tanah Air yang merajai 40% pasar dalam negeri.

Khusus untuk Kopi Ulee Kareng, bisa dikatakan hampir semua kedai kopi di Banda Aceh menyuguhkan kopi produksi daerah ini. Proses pengolahan bubuk kopi di kedai-kedai kopi ini menyimpan keunikan tersendiri.

Bubuk kopi tidak sekedar diseduh dengan air panas tetapi dimasak, sehingga aroma dan citarasa kopi yang keluar benar-benar kuat. Kopi yang telah dimasak ini kemudian mengalami beberapa kali proses penyaringan menggunakan saringan berbentuk kerucut.

Di kedai-kedai kopi ini, umumnya kopi ditawarkan dalam tiga variasi penyajian, yaitu kopi hitam, kopi susu dan sanger. Kopi hitam dan kopi susu mungkin sudah sering kita temui di daerah-daerah lain di Indonesia, tapi Sanger adalah racikan yang khas dan orisinil dari Aceh.

Sepintas melihat tampilannya, kopi ini mirip dengan kopi susu. Tetapi yang khas dari Sanger adalah komposisi susu dan gulanya yang tidak dominan membuat keharuman dan citarasa kopinya lebih terasa. Campuran kopi saring, susu kental dan gula ini kemudian dikocok hingga berbusa.

Meskipun zaman telah berubah, budaya minum kopi di tengah masyarakat Aceh tetap terjaga. Tradisi ini tetap menurun hingga ke generasi muda mereka saat ini. Yang membuatnya berbeda, saat ini kenyamanan dan fasilitas yang ditawarkan pengelola ikut menentukan ramai tidaknya suatu kedai kopi di Banda Aceh. Kini, tata ruang yang nyaman dan fasilitas internet hotspot (wifi) gratis umumnya menarik lebih banyak kalangan muda untuk betah berlama-lama di kedai kopi.

Meski demikian, bagi mereka yang benar-benar penikmat kopi tulen, warung yang sederhana namun menyajikan salah satu racikan kopi terbaik di Aceh seperti Kedai Solong di Ulee Kareng, tetap menjadi tujuan nomor satu saat bertandang ke Banda Aceh.


Sumber :

https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/tradisi-minum-kopi-yang-menjadi-gaya-hidup-di-aceh/

Wednesday, September 15, 2021

Minum Kopi Bikin Tubuh Lemas?

Minum Kopi Kadang Bisa Bikin Tubuh Lemas, Penyebabnya Gula Darah

16 September 2021, 09:19:50 WIB

Minum kopi bisa menjadi pembangkit mood atau moodbooster karena kandungan kafein di dalamnya. Tetapi, kafein juga dapat mempengaruhi masing-masing orang secara berbeda, tergantung pada kebiasaan konsumsi kopi.

Profesor di Departemen Psikiatri dan Ilmu Perilaku di University of Washington Mark Stein mengatakan kafein dalam jangka pendek memang membantu memberikan perhatian dan kewaspadaan. Kafein membantu beberapa tugas kognitif, dan membantu meningkatkan energi.

“Tetapi efek kumulatif atau dampak jangka panjang memiliki efek sebaliknya,” katanya seperti dilansir dari Seattle Times, Kamis (16/9).

Bagian dari efek paradoks kafein dihasilkan dari apa yang oleh para peneliti disebut sebagai tekanan tidur. Sehingga memicu rasa kantuk seiring berjalannya hari.

“Sejak kita bangun, tubuh kita memiliki jam biologis yang mendorong kita untuk kembali tidur di kemudian hari,” katanya.

Seorang ahli saraf di Universitas Johns Hopkins yang mempelajari tidur, Seth Blackshaw, mengatakan para peneliti masih mempelajari tentang bagaimana tekanan tidur terbentuk di dalam tubuh. Akan tetapi sepanjang hari, sel dan jaringan kita menggunakan dan membakar energi dalam bentuk molekul yang disebut adenosin trifosfat, atau ATP.

Saat ATP itu dikeluarkan, sel kita menghasilkan bahan kimia yang disebut adenosin sebagai produk sampingan. Adenosin itu terus mengikat reseptor di otak, membuat kita lebih mengantuk.

Secara kimiawi, memang kafein terlihat cukup mirip dengan adenosin. Akibatnya, kafein bekerja untuk menekan sementara tekanan tidur, membuat kita merasa lebih terjaga. Tapi sementara di satu sisi, adenosin terus menumpuk di dalam tubuh.

“Begitu kafein habis, maka kita mendapatkan tekanan tidur yang sangat tinggi, dan Anda harus membayarnya kembali,” kata Blackshaw.

Faktanya, satu-satunya cara untuk meredakan dan mengatur ulang tingkat tekanan tidur yang tinggi adalah dengan tidur. Pada akhirnya, konsumsi kafein yang terus menerus bisa berdampak negatif pada siklus tidur, yang juga akan membuat kita merasa lebih lelah.

“Jika Anda kurang tidur dan stres, dan Anda mengandalkan kafein untuk memperbaikinya, itu hanya badai yang sempurna untuk solusi jangka pendek yang akan memperburuk keadaan dalam jangka panjang,” katanya.


Dipicu Gula Darah

Kafein terlalu banyak juga dapat menyebabkan lonjakan gula darah atau menyebabkan dehidrasi. Keduanya dapat membuat kita merasa lebih lelah dan cepat mengantuk

Seorang peneliti klinis yang mempelajari tidur di University of Alabama di Birmingham Christina Pierpaoli Parker, mengatakan jika Anda merasa lesu di sore hari bahkan setelah minum kopi, solusinya mungkin adalah dengan mengurangi konsumsinya.

“Jangan meminumnya setiap hari, sehingga tubuh Anda dapat membersihkan kafein dalam sistem, dan kemudian secara bertahap menambahkannya kembali ke rutinitas Anda,” jelasnya.

Sementara itu, jika Anda merasa kafein tidak lagi memberi dorongan energi, para ahli merekomendasikan untuk tidur siang, berolahraga atau duduk di luar dan mendapatkan paparan cahaya alami. Kesimpulannya, tidur yang cukup dan aktivitas fisik adalah intervensi paling tepat untuk mengatasi kantuk. Kafein hanya sekadar tambahan tetapi jangan sampai jadi ketergantungan.


Sumber :

https://www.jawapos.com/kesehatan/16/09/2021/minum-kopi-kadang-bisa-bikin-tubuh-lemas-penyebabnya-gula-darah/?page=all

Tuesday, September 14, 2021

Coffee Cars Keliling Kenalkan Kopi

Coffee Cars Keliling Batang Kenalkan Kopi Lokal 

Komunitas Batang Coffee mengenalkan kopi lokal melalui Coffee Cars di di perkebunan teh Jalan Bandar-Batur. 

Anggota Komunitas Batang Coffee berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat untuk mengenalkan kopi lokal. Mereka melakukan inovasi lewat coffee cars yang bisa berpindah-pindah tempat. Kopi yang disajikan tidak sembarangan, diseduh oleh barista terlatih. 

“Ide awal membuka coffee cars dari iseng-iseng kita yang suka jalan-jalan. Akhirnya kepikiran membuka coffee cars. Minimal sembari jalan-jalan, dapat menghasilkan uang. Jadi bisa mengombinasikan hobi dan bisnis,” kata Pengurus Komunitas Batang Coffee, Makruf saat menjajakan kopi di perkebunan teh Jalan Bandar-Batur. 

Pria yang sebelumnya menjadi barista di Kedai Kopi Tak Selesai, Limpung menjelaskan, coffee cars pertama kali buka di lokasi Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Tempat kafe dadakan itu sedang viral dan menjadi lokasi wisata dadakan. 

Setelah di KIT Batang, pihaknya mencoba buka coffee cars di Pantai Jodo, peminatnya juga ramai. Saat ini pihaknya sudah buka selama 3 minggu di Jalan Gerlang menuju Dieng. 

“Antusiasmenya tinggi, karena menyuguhkan pemandangan yang bagus dan jauh dari keramaian. Ditambah cuaca yang dingin pas untuk minum kopi dengan keluarga maupun teman,” jelasnya. 

Kafe berjalan ini menyajikan kopi lokal. Termasuk beberapa produk UMKM. Lengkap dengan set meja kursi ala kafe. Atap mobil juga bisa dinaiki pengunjung untuk menyeruput kopi. Kopi dijajakan mulai Rp 10 ribu. 

“Ada pengunjung dari Jakarta sampai terkejut, karena harga yang tercantum sangatlah murah di banding kafe di Jakarta,” terangnya.


Sumber :

https://radarsemarang.jawapos.com/berita/jateng/batang/2021/09/14/coffee-cars-keliling-batang-kenalkan-kopi-lokal/


Copyright © Radar Semarang Digital

Thursday, September 9, 2021

Event Kopi Rakyat Bondowoso

Event Kopi Rakyat Bondowoso Segera!

9 September 2021 9:21 AM

Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) berencana akan kembali menggelar event kopi rakyat. Event tersebut sebagai pertanda awal dari kebangkitan Bondowoso Republik Kopi (BRK).

Diketahui, Kampung Kopi Pelita yang berada di Jalan Pelita, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bondowoso, akan dipilih menjadi salah satu lokasi event tersebut. Rencananya, agenda ini akan dilakukan selama dua kali dalam sebulan hingga Desember mendatang.

Kepala Disparpora Bondowoso Mulyadi mengatakan, event kopi rakyat akan dimulai bertepatan dengan Hari Kopi Sedunia. Tepatnya pada 1 Oktober mendatang. Salah satu tempat yang dipilih dalam pelaksanaan event itu adalah Kampung Kopi Pelita.

Menurutnya, dipilihnya Kampung Kopi Pelita sebagai tempat event salah satunya karena tempat itu dinilai menjadi salah satu ikon atau tempat ngopi yang bisa memunculkan daya tarik terhadap BRK. “Akan dilangsungkan setiap minggu pertama dan ketiga tiap bulannya dengan mematuhi prokes. Karena di situ kan sentra BRK. Kebangkitan BRK juga dari sana. Apalagi masyarakat juga sudah tahu bahwa kampung kopi eksis sampai sekarang,” jelasnya, Rabu (8/9) pagi.

Mulyadi juga menyebut, event tersebut sebagai genderang atau pertanda bangkitnya kembali branding BRK yang telah lama melekat pada Kabupaten Bondowoso. Menurutnya, beberapa tahun terakhir BRK memang tidak seantusias dulu, akibat pandemi Covid-19 mulai melanda.

Menurutnya, melalui budaya ngopi di akhir pekan, maka dampak meningkatnya rekrutmen para pelaku usaha kopi akan benar-benar bisa dirasakan dengan baik. Harapannya, warga di sekitar tempat itu yang berprofesi sebagai pelaku usaha kafe bisa kembali menggeliat. Setelah sebelumnya lesu akibat dihantam pandemi Covid-19. “Maka dari itu, launching di sana. Untuk membangkitkan pelaku kopi,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Disparpora Bondowoso Arif Setyo Rahardjo menambahkan, event kopi rakyat akan berlangsung lima kali hingga Desember mendatang. Selain itu, dia juga mengungkapkan, selain di Kampung Kopi Pelita, Wisata Kuliner Ki Ronggo juga direncanakan menjadi lokasi event sebagai pengembangan lokasi bagi pengusaha kopi. “Untuk launching dan pelaksanaan kedua kami lakukan di Kampung Kopi Pelita. Untuk berikutnya masih belum diputuskan. Tapi, kemungkinan juga akan dilaksanakan di Wisata Kuliner Ki Ronggo untuk pengembangan,” tambahnya.

Rencana penempatan event kopi rakyat di Kampung Kopi Pelita ternyata disambut baik oleh paguyuban Kampung Kopi di tempat itu. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh ketua paguyuban, Heru Sukamto. Pihaknya mengaku siap menyambut dan melakukan dengan baik rencana pemerintah itu. “Kami tentu mendukung upaya pemerintah untuk membangkitkan ekonomi di saat pandemi seperti saat ini,” kata Heru ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen di salah satu kafe yang ada di Jalan Pelita.

Menurutnya, dipilihnya Kampung Kopi Pelita sebagai salah-satu lokasi event oleh Disparpora merupakan pilihan tepat. Pasalnya, Kampung Kopi Pelita merupakan ikon dari Bondowoso Republik Kopi (BRK). “Di sini merupakan salah-satu ikon BRK. Saat masyarakat ingat BRK, ya, pasti tahu Kampung Kopi Pelita,” tegasnya.

Pihaknya juga bersyukur pemerintah tanggap dalam mengoptimalkan kembali destinasi wisata Kampung Kopi Pelita. Seiring dengan kebijakan pelonggaran aktivitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Sebab, menurutnya, tidak bisa dimungkiri bahwa sejak pandemi Covid-19 melanda, para pelaku usaha kopi dan kuliner di Kampung Kopi Pelita terus mengalami penurunan omzet.

“Karena pandemi, kami tak lagi bisa melaksanakan berbagai event. Salah-satunya car free night. Otomatis pendapatan pelaku usaha turun,” jelasnya.

Walaupun demikian, seluruh warga di Jalan Pelita tak lantas mengklaim Kampung Kopi Pelita hanya untuk mereka sendiri. Dirinya menegaskan bahwa Kampung Kopi Pelita sejatinya milik semua pelaku usaha kopi. “Jangan kemudian dianggap kampung kopi ini hanya milik kami warga setempat. Semua pelaku usaha bisa berjualan di sini,” tegasnya.


Sumber :

https://radarjember.jawapos.com/berita-bondowoso/09/09/2021/event-kopi-rakyat-bondowoso-segera/2/

Monday, August 23, 2021

Jenis Biji Kopi Paling Lezat di Dunia

13 Jenis Biji Kopi Paling Lezat di Dunia

Bukan hanya robusta dan arabika, berikut ini 13 jenis biji kopi yang paling lezat dan terkenal di dunia. Pecinta kopi wajib tahu!

Kopi merupakan minuman nikmat yang berasal dari biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk.

Di dunia ini, dua varietas pohon kopi yang paling terkenal adalah kopi Robusta dan kopi arabika.

Tapi, sebenarnya, macam-macam kopi di dunia sangat banyak jenisnya. Nah, bagi kamu yang memang penggemar kopi atau pengusaha minuman berbahan kopi, berikut ini 13 jenis kopi di dunia yang paling lezat.


Macam-Macam Kopi di Dunia

1. Kopi Arabika

Kopi Arabika adalah salah satu kopi yang populer di dunia. Jenis kopi ini hampir bisa di temui di seluruh dunia, Toppers. 

Tidak heran kalau jenis kopi ini menguasai pasar hingga 80% dari jumlah kopi yang beredar di pasaran. Menurut para pecinta kopi, cita rasa yang dihasilkan Kopi Arabika ini yang paling nikmat.


2. Kopi Robusta

Jenis kopi yang satu ini juga populer di dunia. Kopi ini bisa tumbuh tidak hanya di daerah yang sejuk, tetapi juga bisa tumbuh di daerah yang panas.

Cita rasa yang dihasilkan Kopi Robusta adalah pahit dan sedikit asam. Jadi, buat kamu yang suka dengan kopi yang pahit, cocok banget sama jenis kopi yang satu ini!

Mau kopi yang lebih berasa dan melawan rasa kantuk? Temukan kopi arabika dengan kualitas terjamin di sini!


3. Kopi Catimor

Kopi Catimor merupakan persilangan dari Kopi Arabika dan Kopi Robusta. Uniknya, dari segi bentuk, kopi ini menyerupai dengan Kopi Arabika, dari segi rasa, kopi ini menyerupai Kopi Robusta.


4. Kopi Liberika

Apa kamu masih asing dengan jenis kopi yang satu ini? Kopi Liberika merupakan perpaduan dari biji Kopi Arabika dan Kopi Robusta. Jenis kopi ini berasal dari Liberia dan Afrika.

Untuk menikmati cita rasanya, Kopi Liberika terasa lebih nikmat saat diolah menjadi espresso atau latte.


5. Kopi Kolombia

Kopi Kolombia ini masuk ke dalam jenis Kopi Arabika. Tetapi, kopi ini hanya dikembangkan di Kolombia.

Rasanya juga lebih nikmat dari Kopi Arabika biasa, Toppers. Di beberapa negara, harga jenis kopi yang satu ini juga lebih mahal.


6. Kopi Gayo

Dari namanya saja, tentu kamu sudah tahu kalau kopi ini berasal dari Tanah Gayo, Aceh. Aromanya yang harum dan rasanya yang gurih, cita rasanya kelas dunia!

Kopi ini berasal dari pohon kopi yang ditanam di dataran tinggi. Kopi asal Indonesia ini populer di beberapa negara, loh, seperti Amerika Serikat dan Eropa.


7. Kopi Jamaika

Di Benua Amerika lainnya, negara penghasil kopi sendiri adalah Jamaika. Kopi Jamaika punya kopi populer yang bernama Jamaica Blue Mountain.

Kopi ini terasa ringan, tidak pahit, dan terasa seperti krim. Kopi Jamaika ini punya rasa kelas premium yang membuat harganya juga mahal.


8. Kopi Excelsa

Umumnya, pohon kopi tumbuh di dataran tinggi yang sejuk. Tetapi, jenis kopi yang satu ini bisa tumbuh di beberapa jenis lahan seperti gambut dan dataran rendah, loh!

Cita rasa dan aroma yang dimiliki Kopi Excelsa sangat kuat dan dominan pahit. Pohon kopi yang satu ini juga mudah beradaptasi dengan iklim.


9. Kopi Toraja

Jenis kopi yang satu ini juga berasal dari Indonesia, tepatnya Tanah Toraja, Sulawesi. Cita rasa yang dimiliki kopi ini adalah beri dan rempah. 

Aromanya didominasi rempah dan kayu manis, Toppers. Setelah menikmati Kopi Toraja ini, aftertaste yang bisa kamu rasakan adalah rasa dark chocolate.


10. Kopi Gesha

Kopi Gesha adalah varian kopi yang sangat unik dan menarik, Toppers. Menurut para pecinta kopi jenis kopi yang satu ini memiliki cita rasa yang super dan luar biasa.

Kopi ini menghasilkan aroma jasmine dengan rasa buah-buahan seperti blueberry. Mangga, pepaya, dan jeruk.


11. Kopi Luwak

Tidak hanya terkenal di Indonesia, kopi luwak juga terkenal di dunia, Toppers! Jenis kopi yang satu ini punya harga jual yang tinggi karena proses pembuatannya yang tidak mudah.

Kopi Luwak berasal dari biji kopi yang dikonsumsi oleh Luwak. Kotoran luwak yang mengandung biji kopi inilah yang kemudian diolah.


12. Kopi Catuai

Kopi ini memiliki unsur dari Kopi Robusta. Tingkat keasaman kopi ini tidak terlalu tinggi, Toppers. Meskipun pahit, kopi ini memiliki cita rasa rempah dan buah yang kental.

Selain di Indonesia, Kopi Catuai ini bisa ditemukan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah. 


13. Kopi Pacamara

Untuk para penikmat kopi, Kopi Pacamara ini memiliki cita rasa yang luar bisa. Jenis kopi yang satu ini punya karakter rasa yang unik, seperti manis coklat, butterscotch, dan sweet citrus.


Sumber :

https://www.tokopedia.com/blog/macam-macam-jenis-kopi-di-dunia-tvl/

Tuesday, August 3, 2021

Kopi Bisa Bantu Stamina Saat Olahraga

Kopi Bisa Bantu Stamina Saat Olahraga, tetapi... 

04/08/2021

Kopi sudah lama dikenal bermanfaat sebagai stimulan yang mampu meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Maka tak heran jika banyak orang menjadikan minum kopi sebagai rutinitas sebelum memulai hari. 

Ternyata, -tak hanya untuk itu, kafein dalam kopi pun memiliki efek stimulasi untuk meningkatkan kinerja fisik selama berolahraga. Dr. Neil Clarke, pakar ilmu olahraga dari Coventry University di Inggris, memberikan penjelasannya mengenai hal ini. 

Clarke mengatakan, kafein adalah salah satu zat yang paling banyak diteliti dan disebut bisa membantu atlet tampil lebih baik dan berlatih lebih lama dan lebih keras. Di sisi lain, olahragawan, -baik profesional maupun amatir, sering menganggap kafein sebagai alat bantu 'ergogenik' yang meningkatkan kinerja untuk berbagai aktivitas. 

Beberapa makalah penelitian juga menunjukkan, kafein bisa meningkatkan kinerja dalam berlari, bersepeda, sepak bola, bola basket, tenis, golf, dan angkat besi. 

"Bukti efek kafein pada lari cepat lebih beragam. Pengaruh terbatas ditemukan untuk pertandingan yang berlangsung di bawah tiga menit." "Tetapi untuk balapan sekitar 10  detik, kafein dapat meningkatkan output daya puncak, kecepatan, dan kekuatan," kata Clarke. 

Lantas, apakah minum kopi memiliki efek yang sama dengan pil kafein? Sebagian besar penelitian menitikberatkan perhatian pada efek pil kafein, daripada minum kopi. 

Mengukur bagaimana kopi memengaruhi kinerja olahraga, -ternyata, lebih rumit karena kandungan kafein dalam kopi bervariasi antara cangkir satu dengan lainnya. Namun, ada beberapa penelitian yang melihat secara khusus dampak kopi tersebut. 

Clarke mengatakan, semakin banyak penelitian juga menunjukkan kopi dapat digunakan sebagai alternatif kafein. Pengaruhnya pun mampu meningkatkan kinerja bersepeda dan berlari kompetitif, serta menghasilkan hasil yang mirip dengan kafein murni. 

Faktanya, kopi bahkan mungkin lebih efektif dalam meningkatkan latihan ketahanan daripada kafein saja. Tetapi, -seperti halnya penelitian nutrisi, ada beberapa peringatan dan komplikasi yang perlu diperhatikan. 

Dr. Neil Schwartz, pakar ilmu olahraga dari South Alabama University di Amerika Serikat, memberikan pandangannya.  Dia mengatakan, setiap individu berbeda dalam merespons asupan kafein/kopi. Jika ditoleransi dengan baik, kopi dapat membantu kinerja mental dan fisik. 

Variasi antara bagaimana individu merespons kafein terletak pada gen mereka, dan asupan kafein mereka yang biasa. Selain itu, juga ada beberapa efek negatif dari minum kopi, yang terkait dengan kecemasan dan kurang tidur, yang mungkin memiliki efek merugikan pada kinerja olahraga. 

Clarke mengatakan, kita bisa saja merasa mual dan gelisah pada saat itu, jika kita berkompetisi dan diganggu dengan perasaan cemas akibat kopi. Kesimpulannya, kafein dalam berbagai bentuk memang terbukti meningkatkan kinerja olahraga. Tetapi -perlu diperhatikan, efeknya juga bervariasi antar individu.


Sumber :

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/04/125425720/kopi-bisa-bantu-stamina-saat-olahraga-tetapi?page=all#page2.

Related Posts