Sunday, June 27, 2021

Asal-Usul Kopi Gayo

Asal-Usul Kopi Gayo, Kopi Serambi Makkah Indonesia

28 MEI 2021 18.04 WIB • 2 MENIT

    


Berbicara tentang kopi, tentu masyarakat Indonesia tidak bisa dipisahkan, khususnya masyarakat Aceh. Minum kopi sudah menjadi budaya turun-temurun bagi masyarakat kota Serambi Makkah ini. Tak heran apabilan Kawan pergi ke daerah ini akan menemui banyak kedai kopi, baik siang maupun malam.

Pasalnya, berbagai lapisan masyarakat Aceh selalu menjadikan kopi sebagai minuman yang dinikmati. Di sana, kopi bagaikan nafas. Orang Aceh tidak bisa memisahkan dirinya dari kopi. Kopi sendiri, sudah ada sejak zaman kesultanan Aceh dan kota ini menjadi salah satu daerah di Indonesia yang disebut sebagai produsen kopi kelas dunia.

Sejak era kolonial Belanda hingga sekarang, setidaknya ada dua daerah utama sebagai produsen kopi di Aceh, yaitu Ulee Kareng dan Gayo. Kopi ulee kareng adalah jenis kopi robusta dan dihasilkan dari Kecamatan Ulee Kareng. Sementara, kopi gayo adalah jenis kopi arabika dan eksistensinya sudah dikenal di pasar dunia, sehingga jenis kopi ini termasuk jenis kopi kelas premium.

Hingga akhirnya, kopi arabika dari Aceh mampu menjadi salah satu produsen kopi terbaik di tanah air, dan telah merajai 40 persen pasar dalam negeri. Lantas, bagaimana asal-usul kopi gayo di Aceh?


Asal-usul Kopi Gayo di Aceh

Kopi gayo adalah kopi dengan sajian rasa original dengan varietas kopi arabika yang berasal dari dataran tinggi Gayo. Kopi gayo banyak tersebar di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, serta di wilayah Gayo Lues.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kopi gayo telah hadir sejak zaman penjajahan Belanda abad ke-17, semasa VOC. Menurut laman Agromedia, abad ke-17, setelah penanaman kopi di Pulau Jawa, Belanda, memperluas lahannya hingga ke Sumatra Utara dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Kemudian, kopi menjadi komoditi penting bagi serikat dagang Belanda tersebut. Hingga akhirnya, banyak petani kopi yang menderita. Sebagaimana yang dilansir dari Liputan 6, keberadaan kopi gayo juga ditegaskan oleh seorang pegiat kopi sekaligus pemilik Kopi+ Corner, Haris Pardede.

Ia menyatakan usahanya itu didirikan pertama kali di tahun 2017, dan bertolak menuju Serambi Mekah untuk memastikan kopi Aceh yang didapatkan dari supplier kopinya. Pardede menambahkan bahwa ia pernah bertemu dengan satu keluarga di Belanda yang mengelola kopi gayo hingga keturunan keempat.

Di Belanda tidak banyak sumber kopi alamiah, karena kopi arabika hanya tumbuh subur di atas 1000 mdpl, daerah tropis seperti di Indonesia, Kolombia dan sekitarnya, dan Afrika Tengah. Faktor topografi itulah yang menjadi salah satu keunggulan kopi gayo.


Kopi gayo telah dikenal di mancanegara

Sebagai salah satu kopi unggulan Nusantara, keberadaan kopi gayo juga telah membawa nama Indonesia ke kancah internasional. Di tahun 2018, kopi gayo turut dipromosikan dalam ajang pameran kopi specialty terbesar, yaitu Specialty Coffee Association (SCA) Coffee Expo di Seattle, Amerika Serikat pada 19-22 April 2018 lalu.

Para pengunjung yang hadir, disuguhkan kualitas kopi arabika dari dataran tinggi Gayo tersebut. Kopi gayo terpilih sebagai sasaran Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project karena memiliki potensi kuat untuk diekspor ke pasar Kanada.

Tak hanya itu, kopi gayo juga ikut serta dalam coffee tasting Kopi Spesial Indonesia di Buenos Aires, Argentina pada 24 Mei 2018 lalu. Selain gayo, ada pula kopi spesial Indonesia lainnya seperti Mandailing dari Sumatra Utara, Java Preanger dari Jawa Barat, Toraja dari Sulawesi, dan Bajawa dari Flores.

Nah, bagi Kawan penikmat kopi, jangan lupa untuk cicipi kopi satu ini, ya! Tidak perlu repot-repot datang jauh ke Aceh, kopi gayo juga sudah banyak dijual secara daring di berbagai platform e-commerce.

Selamat menikmati kopi gayo, Kawan!


Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/05/28/asal-usul-kopi-gayo-kopi-kota-serambi-makkah-indonesia

Tuesday, June 22, 2021

Jual Kopi Pakai Vespa

Jual Kopi Pakai Vespa dan Mobil Kini Sedang Tren

Senin, 21 Jun 2021 

Tak hanya kafe kekinian, kopi keliling kini juga diminati banyak orang. Apalagi kopi keliling hadir dengan konsep unik, ada yang menggunakan vespa hingga mobil VW Combi.

Pasti kamu sudah tak asing lagi dengan kopi keliling. Kopi keliling memang identik dengan penjual kopi sachetan yang berjualan menggunakan sepeda dan berkeliling di sepanjang jalan.

Maraknya kopi keliling tersebut menjadi pilihan yang tepat bagi pengguna jalan yang ingin ngopi praktis. Harganya pun terjangkau hanya sekitar Rp 3.000-an, kamu sudah bisa mendapatkan segelas kopi.

Menikmati seduhan kopi manual brew di kafe mungkin sudah biasa, tapi berbeda dengan kedai kopi di Bandung ini. Sepeda kopi atau yang biasa disebut Starling (Starbike Keliling) atau Coffee Bike ini bukan menjual kopi sachet, melainkan kopi dari biji kopi pilihan asal Bandung, Jakarta hingga Etiophia.Jual Kopi Pakai Vespa dan Mobil Kini Sedang Tren. Foto: Siti Fatimah

Kopi keliling itu ada juga yang menyebutnya dengan sebutan 'Starling' atau Starbike Keliling. Berangkat dari ide itu, kini kopi keliling hadir dengan konsep yang lebih modern.

Salah satu yang sedang hits adalah kopi keliling menggunakan sepeda listrik. Jadi, penjual tak perlu lelah menggenjot sepeda.

Menariknya lagi, kopi keliling kekinian itu menawarkan kopi yang diseduh secara manual. Variannya pun semakin banyak dan tak kalah enak dengan kopi-kopi yang ditawarkan di kafe-kafe instagramable.

Populernya kopi keliling itu membuat banyak orang tertarik untuk membuka usaha kopi kecil-kecilan. Apalagi di tengah pandemi COVID-19 seperti ini, banyak orang yang di-PHK secara besar-besaran.

Membuka usaha kopi kecil-kecilan pun menjadi jalan keluar yang banyak dipilih. Mereka kemudian memanfaatkan barang yang ada untuk dijadikan gerai kopi sederhana.

Mulai dari menggunakan vespa, mobil klasik seperti VW Combi, bahkan hingga mobil mewah sekalipun. Kendaraan-kendaraan tersebut disulap menjadi gerai kopi kecil-kecilan dengan menambahkan beberapa dekorasi.

Seperti yang pernah viral di media sosial, seorang penjual kopi memanfaatkan motor vespa untuk berjualan kopi. Ia sampai mencopot jok belakang agar bisa ditaruh gerobak kecil untuk meracik kopi.

Selain itu, ada juga yang berjualan menggunakan mobil Mercy dua pintu. Saat diwawancarai detikcom, Auri selaku CEO 'Kopinya Flux' mengatakan bahwa itu merupakan strategi jemput bola di masa pandemi.

Bahkan banyak kisah-kisah sukses dari penjual kopi keliling yang tengah hits sekarang. Selain berkeliling, ada juga kedai kopi yang mangkal di pinggir jalan dengan konsep angkringan.

Tampilan kedainya memang seperti angkringan khas Yogyakarta. Berupa gerobak dengan cahaya dari lampu yang ala kadarnya. Namun, kopi yang ditawarkan pun tak kalah nikmat seperti di kafe.

Harga yang ditawarkan juga terbilang terjangkau. Selain kopi, mereka juga menawarkan menu non kopi seperti Matcha, Red Velvet, Chocolate dan masih banyak lagi.


Sumber :

https://food.detik.com/info-kuliner/d-5614239/jual-kopi-pakai-vespa-dan-mobil-kini-sedang-tren

Sunday, May 30, 2021

Karakter Kopi Arabika Flores Bajawa

Uniknya Karakter Kopi Arabika Flores Bajawa, Kopi dari Timur Indonesia

Pernahkah Kawan menikmati kopi arabika Flores bajawa? Tanah Flores adalah salah satu produsen kopi di Indonesia yang memiliki cita rasa unik dan nikmat. Kopi yang paling populer di Flores adalah kopi arabika Flores.

Kopi arabika Flores berasal dari dataran tinggi kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Flores memiliki dua jenis kopi yang cukup nikmat, yaitu Manggarai dan Bajawa. Bajawa adalah kopi jenis kopi arabika yang sudah mendunia dan disukai para penikmat kopi.

Bajawa menjadi biji kopi terbaik di tanah Flores. Kualitas bajawa dibuktikan dengan eksistensinya hingga ke mancanegara. Dilansir dari laman Coffeland, perkebunan kopi di dataran tinggi Flores mencapai 1.000 hingga 1.550 mdpl.

Biasanya bulan Juni dan Oktober menjadi bulan-bulan kering penghasil biji kopi, karena iklim dan curah hujan tinggi di daerah ini jumlahnya sekitar 2.500 mm per tahun. Kendati begitu, Bajawa Flores adalah daerah yang sangat subur dan alami.

Maka dari itu, kopi arabika Flores bajawa pun dapat tumbuh dengan baik di perkebunan Bajawa yang memiliki ketinggian lebih dari 1300 mdpl. Uniknya, semakin tinggi perkebunan kopi tersebut, maka kualitas kopi yang dihasilkan juga semakin baik.

Kualitas kopi yang baik di daerah ini membuat Flores menjadi penyumbang ekspor kopi terbesar untuk Indonesia. Tidak heran jika kopi arabika Flores ini ditawarkan dengan harga yang cukup mahal dibandingkan dengan kopi daerah lainnya.

Beberapa negara yang diekspor kopi ini adalah Amerika, Eropa dan lain sebagainya. Kopi Flores pun mudah tumbuh dan dapat diproduksi dengan cepat.

Bahkan usia produksi dari kopi ini bisa mencapai 20 tahun. Sementara kapasitas setiap produksinya, yaitu sekitar empat sampai lima kg per pohon. Dengan hasil produksi yang cukup tinggi ini, membuat kopi asal Flores mampu menembus pasar internasional.


Keunggulan kopi arabika Flores Bajawa

1. Pembudidayaan secara organik

Kopi arabika Flores dibudidayakan dengan cara organik. Cara organik, berarti pupuk yang dipakai pada tanaman ini adalah pupuk alami tanpa menggunakan pestisida. Dengan cara alami maka kopi arabika Flores mampu menghasilkan aroma serta citarasa yang sangat khas.


2. Memiliki aroma dan cita rasa yang khas

Atas budi daya kopi arabika Flores bajawa, maka kopi yang berasal dari Flores ini memiliki aroma yang sangat kuat. Tidak jarang, aroma yang sangat kuat ini mampu menggoda siapa pun untuk minum kopi.


3. Memiliki tingkat keasaman yang seimbang

Kopi arabika Flores bajawa memiliki tingkat acidity serta body yang medium. Dengan begitu kopi ini sangat cocok dikonsumsi oleh siapa pun dan rasanya yang terkesan ringan.


Karakter kopi arabika Flores bajawa

Pada waktu masak dan dipanen, kopi arabika Flores bajawa akan berwana hijau keabu-abuan dan proses pascapanennya biasanya diolah basah ataupun digiling kering. Karakteristik yang ada pada kopi arabika Flores bajawa adalah sensasi manis, tingkat keasaman yang seimbang atau medium, cita rasa karamel, cokelat, helzanut, kacang macadamia, bahkan terdapat pula cita rasa herbal di dalamnya.

Dikutip dari laman Sasame Coffe, karakter kopi Flores bajawa yang khas adalah perpaduan aroma nutty dan tembakaunya. Bentuk dari kopi ini tebal dengan acidity yang seimbang. Sehingga, mampu menciptakan kenikmatan tersendiri.

Keunikan cita rasa kopi arabika Flores bajawa pun dipengaruhi oleh cara budidaya organik dan ditanam di tanah yang mengandung abu gunung berapi. Beberapa resep dari kopi arabika Flores bajawa menggunakan racikan house blend untuk memadukan rasa kopi flores bajawa dengan varian rasa lain. Nah, itulah karakteristik kopi arabika Flores bajawa. Apakah Kawan tertarik untuk mencoba?


Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/05/31/uniknya-karakter-kopi-arabika-flores-bajawa

Tuesday, April 27, 2021

Merek Kopi dengan Gerai Terbanyak

Inilah 6 Merek Kopi dengan Gerai Terbanyak di Indonesia

28 MARET 2021

    

Kawan GNFI, jumlah kedai kopi di Indonesia terus tumbuh menjadi emerging business yang cukup menjanjikan. Ini terlihat dari menjamurnya jumlah kedai kopi kekinian dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan riset independen Toffin, jumlah kedai kopi di Indonesia hingga 2019 mencapai lebih dari 2.950 gerai, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan pada 2016, yang hanya 1.000 gerai. Di mana market value yang dihasilkan mencapai Rp4,8 trilirun, nominal yang cukup fantastis dari bisnis minuman.

Angka riil jumlah kedai kopi dalam riset yang dilakukan Toffin dan MIX MarComm SWA ini bisa lebih besar karena sensus kedai kopi hanya mencakup gerai-gerai berjaringan di kota-kota besar. Tidak termasuk kedai-kedai kopi independen modern maupun trandisional di berbagai daerah.

Adapun konsumsi kopi domestik saat ini tumbuh 13,9 persen per tahun melebihi konsumsi dunia 8 persen. Di mana 6 dari 10 orang yang disurvei menyukai kopi kekinian, seperti kopi kenangan, dan lainnya, dengan 40 persen responden pergi kedai coffe to go.

Berdasarkan data yang dikutip dari Statista 2019, dari ribuan gerai yang tersebar, berikut 6 merek kopi dengan gerai terbanyak di Indonesia.

1. Janji Jiwa

Janji Jiwa menjadi merek kopi dengan gerai terbanyak di Indonesia. Hingga tahun 2019, jumlah gerai Janji Jiwa berjumlah 500 outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Merek yang terkenal dengan jargon “kopi dari hati,” Kopi Janji Jiwa sukses merebut hati kaum milenial. Menyuguhkan minuman kopi lokal dengan cita rasa yang pas. Menu favorit #temansejiwa, yakni es kopi susu (espresso, susu, dan gula aren). Harga menu kopi ini mulai dari Rp15 ribu-30 ribu.


2. Starbucks

Rasanya, merek kopi satu ini sudah tidak asing di telinga masyarakat. Pasalnya, Starbuck memiliki ratusan outlet yang tersebar di Indonesia, terutama di kota-kota besar.

Merek kopi asal negeri Paman Sam, Amerika Serikat, ini tergolong brand kopi yang high class. Meskipun harganya relatif lebih mahal dibanding merek lainnya, namun tetap saja ramai dikunjungi konsumen.

Berdasarkan data Statista 2019, kedai Startbuck sudah mencapai lebih dari 421 outlet di Indonesia. Cepat "beranak pinak" karena mengusung konsep kemitraan


3. Kopi Kulo

Posisi ketiga diisi oleh Kopi Kulo, layaknya kedai kopi lainnya, Kopi Kulo mengusung konsep coffee to go dengan sistem kemitraan. Berdasarkan data yang dikutp dar Statista 2019, Kopi Kulo telah memiliki 345 outlet di seluruh Indonesia.

Kulo mempunyai tiga varian es kopi susu yakni, Es Kopi Kulo, Es Kopi Keju, dan Es Kopi Baileys. Ada juga Es Matcha dan Cookies’n Cream sebagai varian minuman non-kopi. Salah satu menu non-kopi andalannya adalah Avocatto yang dibuat dari campuran susu dan alpukat. Semua minuman ini bisa Kawan GNFI bawa pulang dengan mengeluarkan uang sebesar Rp15.000 sampai Rp27.000.


4. J.CO Donuts & Coffe

Posisi keempat diisi oleh merek lokal, J.CO Donut & Coffee. Tidak seperti merek lain yang pure menyediakan menu miniman kopi, J.CO menyediakan pula menu andalan berupa donat dan yoghurt. Kendati demikian, minuman kopi tetap menjadi salah satu menu andalan J.CO.

Berdasarkan data yang dikutip dari Statista 2019, merek ini telah memiliki 273 gerai di seluruh Indonesia. Mayoritas gerai J.CO tersedia di pusat perbelanjaan kota-kota besar di Indonesia.


5. Dunkin Donuts

Mengusung konsep yang hampir sama dengan J.CO Donuts & Coffe, Dunkin Donuts juga menyediakan menu andalan berupa donat dengan berbagai varian. Namun, minuman kopi tetap menjadi menu andalan yang cukup laris diburu konsumen.

Hingga tahun 2019, merek yang berasal dari Amerika Serikat ini telah memiliki 200 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.


6. Kopi Kenangan

Posisi terakhir diisi oleh Kopi Kenangan, merek yang belum lama ini dapat suntikan dana dari sederet perusahaan besar seperti Sequoia Capital, ini memiliki 175 gerai di Indonesia. Setelah mendapatkan suntikan dana yang besar ($109 juta), gerai Kopi Kenangan di prediksi bakal terus tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Menu andalan di toko ini adalah Kopi Kenangan Mantan. Perpaduan kopi, susu, dan gula aren membuat rasa yang nikmat dan segar. Umumnya, gerai kopi ini beroperasional dari jam 10.00-21.00 waktu setempat. Soal harga bervariatif, mulai dari Rp 18.000 hingga Rp 42.000.


Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/03/28/inilah-6-merek-kopi-dengan-gerai-terbanyak-di-indonesia

Wednesday, April 14, 2021

5 Kopi Arabika Terbaik dari Indonesia

5 Kopi Arabika Terbaik dari Indonesia, Paling Disukai di Dunia 

Kopi Arabika asal Indonesia merupakan salah satu yang paling digemari pecinta kopi di seluruh dunia. Bukan hanya satu, ada beberapa jenis kopi yang citarasanya dianggap paling nikmat. Michael Utama, Wakil Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) menjelaskan bahwa ekspor kopi Indonesia masih didominasi oleh jenis kopi robusta. 

Padahal kopi Arabika dalam negeri sudah memiliki nama dan peminatnya cukup tinggi. Terlebih lagi arabika memiliki potensi sebagai kopi single origin dengan nilai jual yang amat tinggi di pasar ekspor. Karena itulah ia dan rekan-rekannya kemudian menggelar Cup of Excellence (COE), yang pertama di Asia, untuk mewujudkan hal ini. Selama ini kopi Arabika paling banyak dikirim ke Benua Amerika. 

Namun Michael menilai jika wilayah Timur Tengah bisa dijadikan sasaran yang cukup potensial untuk menggenjot tingkat konsumsi kopi dengan rasa yang lebih mewah dan kompleks ini. Kopi arabika Indonesia termasuk populer di dunia karena rasanya yang otentik. 

Terlebih lagi wilayah Indonesia cukup luas sehingga tiap kebun punya karakter rasa tersendiri. Ada setidaknya 5 jenis kopi arabika Indonesia yang paling populer di dunia antara lain: 


Arabika Sumatera 

Kopi arabika Sumatera merupakan varian Indonesia yang paling terkenal di luar negeri khususnya dari Mandailing dan Gayo. 

Hal ini erat kaitannya dengan popularitas karena kopi ini yang paling sering dibahas. Masyarakat Amerika dikenal sangat menyukai jenis kopi ini. 

"Pleasant Earthines, Herb and Spice, chocolate and bold body," ujar Michael saat menerangkan soal karakteristik kopi arabika dari pulau ini. 

Kopi Mandailing diburu pecinta kopi karena tingkat keasamannya rendah dan kekentalannya yang tinggi. Sedangkan kopi Aceh Gayo memiliki tingkat keasaman rendah dengan aroma rempah yang kuat. 


Arabica Toraja

Kopi dengan nama Celebes Kalosi ini paling banyak diekspor ke Jepang. Keunikannya adalah adanya aroma tanah, kecut, sedikit manis buah dan after taste-nya yang pahit namun tipis. Kopi arabika Toraja masih diproses dengan metode yang cukup tradisional. 

Hal inilah yang menjadikan rasanya begitu kaya dan menjadi salah satu varian istimewa dari Indonesia. 


Arabica Jawa Barat

Kopi arabika dari Jawa Barat sudah mendunia bahkan sejak zaman sebelum kemerdekaan Indonesia. Kopi ini pernah mendapat predikat sebagai yang terbaik di dunia pada Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta, Amerika Serikat tahun 2016. 

Tak heran jika harganya relatif tinggi dibandingkan jenis kopi lainnya. Harga kopi hijau dari Bandung bahkan setera dengan kopi Ethiopia yang merupakan negara penghasil kopi terbaik di dunia. 


Arabika Bali 

Meskipun wilayahnya kecil, Pulau Bali menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. 

Keunikannya dibandingkan kopi lokal lainnya adalah bebas dari rasa rempah yang kuat. Kopi arabika Bali Kintamani misalnya memiliki rasa asam segar di mulut dengan after taste pahit. Selain itu, rasanya juga manis sehingga cocok bagi yang tidak terlalu menyukai rasa pahit di lidah. 


Arabika Flores 

Wilayah timur Indonesia yang panas ini juga menjadi penghasil kopi Indonesia berkualitas baik. Tingkat kekentalannya yang sedang menjadi salah satu ciri khasnya.  Selain itu, Michael menyebutkan jika kopi arabika Flores memiliki tambahan rasa buah-buahan cherry. 

Kenikmatannya juga diperkaya dengan citarasa karamel dan buah apel.


Sumber :

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/03/26/162311720/5-kopi-arabika-terbaik-dari-indonesia-paling-disukai-di-dunia?page=all.

Wednesday, April 7, 2021

Coffee Sweet Taste


A cup of coffee can serve a sweet taste, and is not a promise of sweet looking lips

Secangkir kopi dapat menyajikan rasa manis, dan bukan merupakan janji dari bibir yang terlihat manis


Tuesday, April 6, 2021

Only Accompanied by a Coffee


There are times when your life is only accompanied by a cup of coffee

ada waktunya hidupmu hanya ditemani secangkir kopi


Related Posts