Wednesday, January 4, 2023

Espresso Diminum Sekali Tenggak

Espresso Diciptakan untuk Diminum Cepat Sekali Tenggak, Ini Sebabnya

Penggemar kopi hitam banyak yang menyukai espresso. Jenis kopi asal Italia ini memiliki batas waktu untuk dikonsumsi jika ingin mendapatkan kualitasnya secara maksimal. Begini kata pakar. Espresso merupakan kopi yang dihasilkan dari penyeduhan menggunakan mesin yang memiliki tekanan dan suhu tinggi. 

Proses tersebut bertujuan mengekstraksi biji kopi yang sudah digiling. Kata "espresso" sendiri berasal dari bahasa Italia yang artinya "kopi ditekan". Kopi ini memiliki krema dengan rasa pahit dan pekat yang kuat. Espresso digandrungi banyak pencinta kopi hitam.

Untuk penyajiannya, espresso berbeda dengan kopi lain yang disajikan di cangkir atau gelas berukuran standar. Espresso justru disajikan di cangkir kopi mungil berukuran 29 ml saja. Ada maksud di balik penggunaan cangkir tersebut.

Espresso disarankan untuk dinikmati dalam sekali tenggak saat masih hangat dan ada kremanya. Pakar kopi menyebut inilah cara menikmati espresso yang ideal karena aroma dan cita rasanya bakal maksimal.


Sama-sama Kopi Hitam, Apa Bedanya Americano, Long Black, dan Kopi Tubruk?

Mengutip Mashed (30/12), Bean Ground menjelaskan bahwa semakin lama espresso didiamkan alias tidak langsung diminum setelah dibuat, maka semakin menurun kualitasnya. Hal ini dipicu proses oksidasi yang merupakan kondisi dimana espresso terpapar semakin lama dengan oksigen.

Proses oksidasi ini terkait dengan kehadiran krema yaitu buih yang muncul pertama kali saat ekstraksi kopi. Semakin lama espresso didiamkan, krema akan menghilang, dan proses oksidasi semakin cepat karena tak ada krema yang 'melindungi' kopi di bawahnya.

Secara umum, butuh waktu sekitar 3 menit untuk krema espresso benar-benar menghilang. Karenanya espresso disarankan untuk dinikmati tak lebih dari 5 sampai 7 menit setelah dibuat agar kamu tidak menikmati espresso yang 'mati'.

Lewat dari waktu itu, bukannya espresso tidak aman dikonsumsi, tetapi kualitasnya sudah tidak maksimal. Tak heran jika beberapa pakar kopi menyarankan espresso justru diminum dalam rentang waktu 20-30 detik setelah dibuat.

Sejatinya espresso adalah kopi yang dibuat fresh dan langsung dinikmati. Ciri-ciri espresso enak adalah yang kental dan harum. Perpaduan bodi yang penuh dengan krema juga akan menghasilkan tekstur halus seperti beludru. Espresso yang baik juga memiliki rasa yang seimbang.

Selain diminum begitu saja, espresso juga jamak dipakai sebagai campuran minuman seperti susu atau air panas. Susu tersebut bisa dicampurkan begitu saja, dipanaskan terlebih dahulu (steamed milk), atau dikocok hingga menjadi buih (foam). Contoh minuman yang menggunakan espresso adalah cappuccino, Americano, latte, dan macchiato.


Sumber :

https://food.detik.com/info-kuliner/d-6493067/espresso-diciptakan-untuk-diminum-cepat-sekali-tenggak-ini-sebabnya.

Sunday, January 1, 2023

Pengusaha Kopi Paling Sukses di Dunia

Pengusaha Kopi Paling Sukses di Dunia, Hartanya Rp 57 T

Howard Schultz jadi salah satu konglomerat yang inspiratif. Ia merupakan sosok yang paling berjasa menjadikan Starbucks sebagai perusahaan kopi yang mendunia.

Sebelum menjadi kaya rata, Howard Schultz merupakan seorang karyawan di gerai kopi tersebut. Berawal dari 11 gerai, Schultz berhasil membesarkan Starbucks hingga memiliki 33 ribu gerai yang tersebar di banyak negara.

Di tahun 2018, pria ini mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO. Namun di tahun 2022 dia kembali menjadi CEO interim karena dirinya hendak menunjuk orang baru untuk memimpin perusahaan ini.

Sejatinya, masa kecil orang terkaya di dunia urutan ke 728 versi Forbes ini memang cukup menyedihkan. Namun perjuangannya hingga sukses tentu sangat menginspirasi dan penuh dengan pelajaran finansial.


Berikut adalah deretan fakta dari Schultz yang patut kamu ketahui.

Ayahnya, Fred Schultz, adalah mantan angkatan bersenjata yang akhirnya bekerja sebagai sopir. Namun sayang sekali, Fred Schultz kehilangan pekerjaannya usai dirinya terkena musibah kecelakaan. Saat kecelakaan itu terjadi, Fred sama sekali tidak punya asuransi kesehatan dan tidak mampu membayar biaya pengobatan.

Peristiwa itulah yang akhirnya membuat perekonomian Keluarga Schultz memburuk. Di usianya yang ke-12, Howard Schultz sudah bekerja untuk membantu orangtuanya. Pekerjaan yang dilakoninya antara lain adalah loper koran dan menjadi pelayan kafe. Dan saat Schultz berusia 16 tahun, dia bekerja sebagai penjaga toko.


Dapat beasiswa karena hebat dalam olahraga

Salah satu bakat yang dimiliki Schultz ada di bidang olahraga. Schultz memiliki fisik yang sangat kuat, dan hal itulah yang membuatnya berhasil menuai prestasi. Lewat prestasinya Schultz berhasil mendapat beasiswa kuliah dan masuk ke Northern Michigan University jurusan komunikasi.

Setelah lulus kuliah di tahun 1975, Schultz bekerja di Xerox selama tiga tahun sebagai sales manager. Kariernya pun bisa dikatakan mulus. Namun Schultz memutuskan resign dari perusahaan tersebut, karena ingin meniti karier di perusahaan Swedia, Hammaplast. Di perusahaan itulah akhirnya dia bertemu dengan gerai kopi Starbucks.


Kerja di Starbucks

Saat Schultz menyambangi Starbucks, Starbucks hanyalah sebuah kedai kopi kecil yang didirikan oleh Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon Bowker. Namun, Schultz yang saat itu berusia 29 tahun melihat adanya mutiara terpendam di Starbucks. Itulah yang membuatnya tertarik untuk bekerja di sana.

Keinginan Schultz bekerja di Starbucks akhirnya terwujud, Schultz ditempatkan di divisi marketing. Sekedar informasi saja bahwa saat bekerja di Starbucks, Schultz menerima gaji yang jauh lebih rendah ketimbang saat bekerja di Hammaplast. Dan yang paling mengejutkan, jumlah gaji Schutlz di Starbucks tidak sampai setengah gajinya di Hammaplast! Belum lagi, dia harus pindah ke Seattle.

Setelah setahun bekerja di Starbucks, Schultz dikirim ke Italia untuk menimba ilmu tentang industri kopi. Disitulah akhirnya dia mendapat inspirasi baru untuk pengembangan bisnis Starbucks. Menurutnya, selain membuat kopi, Starbucks juga harus mendesain cafe yang nyaman bagi para pengunjung. 

Mengapa demikian? 

Karena di Italia, banyak orang yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menikmati kopi. Sayangnya, ide itu ditolak karena dianggap bisa merugikan Starbucks. Para petinggi Starbucks saat itu punya pemikiran yang sangat konservatif.

Schultz pun memutuskan untuk keluar dari Starbucks dan mendirikan kedai kopinya sendiri di Seattle dengan modal US$ 1,7 juta.


Il Giornale

Nama dari Bahasa Italia ini digunakan oleh Schultz untuk nama kedai kopi barunya. Il Giornale pun berhasil mencetak kesuksesan.

Dalam mendirikan Il Giornale, Schultz juga harus berjuang mati-matian, terutama dalam mencari pinjaman dana. Schultz blak-blakan mengatakan, dia sudah meminta bantuan kepada 242 orang, dan sebanyak 217 orang di antaranya menolaknya mentah-mentah.


Kembali ke Starbucks

Selama dua tahun berkecimpung di Il Giornale, Schultz mendengar kabar bahwa pemilik Starbucks berniat menjual gerainya, peralatan pembuat kopi, serta nama brand Starbucks itu sendiri. Mereka menawarkan harga jual sebesar US$ 4 juta.

Schultz pun langsung melobi segenap pihak untuk meminjam dana. Cukup menarik untuk diketahui bahwa Bill Gates ternyata jadi investor pertama di Starbucks. Usai mendapat modal yang cukup, Schultz pun kembali ke Starbucks namun tidak sebagai karyawan, melainkan sebagai pemilik baru.


Lahirnya Starbucks masa kini

Di bawah kepemimpinan Schultz, Starbucks pun menjadi jaya. Pada 1992, Starbucks telah memiliki 165 gerai yang disertai total pendapatan bersih sebesar US$ 93 juta. Mereka pun melakukan IPO.

Dan pada tahun 2000, Starbucks akhirnya go internasional. Mereka berhasil membuka 3.500 gerai di berbagai negara dan total pendapatan bersihnya per tahun mencapai US$ 2,2 miliar! Siapa sangka, kedai kopi inilah yang akhirnya membuat Schultz kaya raya.

Meski demikian, yang namanya bisnis tentu bakal mengalami masa-masa sulit. Di tahun 2008. Schultz terpaksa menutup sementara 7.100 gerai di Amerika. Tapi dua tahun kemudian, laba bersih Starbucks meroket tiga kali lipat, dari US$ 315 juta menjadi US$ 945 juta!

Satu hal yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran dari kisah ini adalah, apapun yang kamu cita-citakan di masa depan pasti bisa tercapai bila kamu kerja keras.

Siapa sangka, Schultz yang dulu hidup miskin serba kekurangan bisa dapat beasiswa kuliah? Siapa sangka keputusan Schultz resign dari Hammaplast dan mengambil pekerjaan di Starbucks bisa mengantarkannya jadi miliarder di masa depan?


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/mymoney/20230101063333-72-401796/pengusaha-kopi-paling-sukses-di-dunia-hartanya-rp-57-t

Sunday, December 25, 2022

Tips Minum Kopi Tanpa Ampas

Cara Menikmati Kopi Tanpa Ampas

Membeli merk kopi tanpa ampas yang ada di pasaran akan sangat memudahkan ketika Anda ingin menyeduhnya, karena tinggal dilarutkan dalam air panas, ditambah dengan beberapa bahan lain yang diinginkan, lalu nikmati. Tetapi Anda juga bisa lho menikmati kopi tanpa ampas dengan cara-cara lain di bawah ini.

1. French Press

French Press berbentuk tabung untuk mewadahi bubuk kopi dengan tingkat giling kasar (coarsed grind), lalu tinggal dituangkan air panas ke dalamnya. Setelah sekitar 4 menit, tekan plunger yang di ujungnya terdapat jaring-jaring, lalu ampas kopi dan air kopi akan terpisah secara otomatis.


2. Manual Espresso Maker

Espresso merupakan kopi hitam yang diekstraksi dengan tekanan udara tertentu. Pada alat espresso manual biasanya terdiri dari tabung yang di ujungnya terdapat filter. Tabungnya bisa digunakan sebagai tempat menuangkan bubuk kopi dengan tingkat giling halus (fine grind) dan menekan udara yang ada di dalamnya melalui plunger, lalu air kopi keluar melalui filter.


3. Kopi Tarik Aceh

Kopi tarik aceh juga menjadi salah satu cara menikmati kopi tanpa ampas yang banyak dipraktikkan. Setelah diseduh, kopi akan dituangkan ke saringan berisi bubuk kopi dan harus segera dilakukan gerakan menarik pada saat menuang ke gelas. Gerakan tersebut akan membuat kopi menghasilkan banyak busa.


4. Mokapot Coffee

Mokapot mirip dengan mesin penekan kopi pembuat espresso dengan cara kerja terbalik yang terdiri dari 2 bagian utama, bagian bawah untuk air dan ada bagian tambahan untuk meletakkan kopi, serta bagian atas merupakan pot atau teko penampung air seduhan kopi. Ketika air dimasak, uap panas akan menyerap, menekan bubuk kopi, lalu meneruskannya pada saluran penampung kopi sampai dihasilkan kopi hitam tanpa ampas yang nikmat.


5. Vietnamese Dripper

Vietnamese Dripper atau Vietnam Drip biasanya terbuat dari bahan logam berbentuk gelas kaleng dengan lubang-lubang halus pada bagian dasar yang berfungsi sebagai penyaring air seduhan kopi dan memisahkan ampasnya. Pembuatan kopi dengan Vietnam Drip mirip dengan pembuatan kopi menggunakan 2 gelas, tetapi gelas Vietnam Drip diletakkan pada bagian atas gelas sajian.


Kesimpulan

Kopi tanpa ampas menjadi solusi tepat untuk menikmati kopi dengan mudah, tanpa perlu direpotkan dengan residu di bagian dasar cangkir. Kalau Anda tengah mencari merk kopi tanpa ampas berkualitas bagus dan rasanya enak, pada artikel ini sudah dibahas rekomendasi produknya secara lengkap.


Sumber :

https://ceklist.id/36834/merk-kopi-tanpa-ampas/

Merk Kopi Tanpa Ampas Terbaik

10 Rekomendasi Merk Kopi Tanpa Ampas Terbaik (Terbaru 2022)


Kopi menjadi salah satu varian minuman yang digemari oleh banyak orang dan cocok dinikmati kapanpun, baik itu sebagai teman sarapan di pagi hari, setelah makan siang, ketika bersantai di sore hari, atau ketika menjadi teman begadang di malam hari.

Namun ampas yang dihasilkan oleh kopi seringkali dirasa mengganggu bagi sebagian orang, sehingga sekarang cukup banyak produsen yang membuat kopi tanpa ampas sehingga lebih mudah dinikmati.


Kopi Tanpa Ampas

Jika Anda tengah mencari merk kopi tanpa ampas yang berkualitas bagus, pada artikel ini akan dibahas rekomendasi produknya secara lengkap.


Tips Memilih Kopi Tanpa Ampas

Pada dasarnya, merk kopi tanpa ampas sama saja dengan kopi lainnya, hanya saja tidak meninggalkan residu di dasar gelas ketika diseduh. Untuk memperoleh produk kopi tanpa ampas kualitas terbaik, perhatikan beberapa hal berikut ini.


1. Mengetahui jenis biji kopi yang dipakai

Ada dua jenis biji kopi yang umumnya digunakan pada berbagai produk kopi di Indonesia, termasuk pada merk kopi tanpa ampas, yaitu arabika dan robusta. Kopi arabika dikenal mempunyai rasa kopi yang lebih lembut dengan perpaduan rasa asam dan manis, bahkan ada sedikit sentuhan buah-buahan, cokelat, dan kacang-kacangan. Aroma kopi arabika juga sangat wangi dan kuat. Biasanya kopi jenis ini ditanam di daerah yang sejuk dengan ketinggian 1.000–2.000 mdpl.

Jenis lain yang juga digunakan pada berbagai merk kopi tanpa ampas adalah kopi robusta yang biasanya tumbuh di daerah dengan ketinggian 300–800 mdpl. Kopi robusta memiliki rasa yang lebih pekat dan pahit, dengan aftertaste rasa kacang-kacangan, dan biasanya akan tercium sedikit aroma kayu. Beberapa contoh kopi robusta yang populer, seperti Kopi Lampung, Bali, dan Flores, serta kopi yang berasal dari India, Vietnam, dan Jamaika.


2. Mengetahui metode produksi yang dipakai, kalau memungkinkan

Mengetahui metode produksi dari sebuah merk kopi tanpa ampas akan memudahkan Anda dalam memperkirakan harga kopi. Terdapat dua proses produksi kopi yang paling umum digunakan, yaitu spray dried dan freeze dried. Metode spray dried digunakan untuk menghasilkan serbuk kopi sangat halus yang sangat mudah larut ketika diseduh. Spray dried dilakukan dengan cara menyemprotkan konsentrat kopi cair ke udara kering bersuhu sangat tinggi (>250 °C) sampai menghasilkan kopi bubuk.

Metode spray dried memang hanya memerlukan waktu cukup singkat dan cukup murah, sehingga sering digunakan untuk membuat merk kopi tanpa ampas instan yang dijual dengan harga terjangkau. Sayangnya penguapan yang terjadi menjadikan aroma pekat biji kopi menurun. Meski demikian, rasa alami kopi tanpa ampas yang dibuat menggunakan metode spray dried tetap stabil.

Sementara itu, metode freeze dried memanfaatkan temperatur sangat rendah untuk membentuk kopi bubuk yang aroma maupun rasanya tetap autentik. Metode pembuatan merk kopi tanpa ampas ini diawali dengan mengekstrak biji kopi sampai menjadi slushie dan didinginkan pada suhu minimal 40° di bawah titik beku. Setelah itu kopi beku yang terbentuk dilebur dan dikeringkan sampai mendapatkan butiran-butiran kopi siap seduh. Dibandingkan dengan metode spray dried, metode ini memang lebih mahal karena proses produksinya cukup lama serta melibatkan banyak tenaga.


3. Memperhatikan bentuk kopi yang dipilih

Berbagai merk kopi tanpa ampas paling mudah ditemukan dalam bentuk kopi bubuk yang dapat dinikmati sebagai espreso atau dicampurkan dengan susu untuk menjadikannya sebagai latte. Perlu diketahui bahwa ukuran gilingan memengaruhi intensitas rasa dari seduhan kopi, semakin halus gilingannya maka rasa seduhan kopi akan semakin intens. Setelah kemasan kopi dibuka, pastikan untuk menyimpannya dalam wadah kedap udara sehingga kesegaran dan aromanya tetap terjaga dalam waktu lama.

Beberapa merk kopi tanpa ampas diracik sebagai kopi instan dan biasanya sudah ditambah dengan susu, gula, coklat bubuk, maupun tambahan lain. Cukup tambahkan air panas, es jika diperlukan, lalu nikmati secangkir kopi yang nikmat. Beberapa kopi tanpa ampas instan bahkan bisa diseduh langsung menggunakan air dingin, jadi tidak perlu repot-repot memanaskan air terlebih dulu.


4. Mempertimbangkan kopi decaf

Kopi decaf atau decaffeinated coffee merupakan jenis kopi yang lebih dari 95% kadar kafeinnya sudah dihilangkan. Hal tersebut berpengaruh terhadap rasa dari kopi decaf yang menjadi tidak terlalu pekat ataupun pahit serta kandungan antioksidannya sedikit berkurang. Akan tetapi, merk kopi tanpa ampas yang termasuk decaf juga mempunyai kandungan nutrisi lainnya, seperti vitamin B3, kalium, dan magnesium.

Sebenarnya kopi decaf sudah ada sejak tahun 1900-an, tetapi saat itu pembuatannya masih menggunakan zat kimia yang kemudian diketahui menyebabkan kanker. Biasanya pengurangan kadar kafein dilakukan sebelum roasting pada biji kopi yang masih hijau sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang lebih lembut dibandingkan merk kopi tanpa ampas pada umumnya. Meskipun kandungan antioksidannya berkurang, namun kopi decaf lebih cocok dikonsumsi oleh ibu hamil, anak-anak, hingga orang-orang yang mengalami gangguan tidur dan kecemasan.

Tidak sulit untuk menemukan merk kopi tanpa ampas, baik itu di minimarket, swalayan, maupun e-commerce. Jenisnya juga beragam, ada yang berupa kopi instan hingga kopi celup. Berikut ceklist.id bahas rekomendasi berbagai kopi tanpa ampas tersebut.

1. NESCAFE Classic Kopi Instan Hitam

Nescafe Classic Sachet menjadi salah satu merk kopi tanpa ampas yang paling laris di pasaran dan sudah tersebar luas di berbagai tempat perbelanjaan. Kopi hitam ini terbuat dari 100% biji robusta Lampung berkualitas terbaik dan ketika diseduh menghasilkan aroma maupun rasa yang mantap. Kalau tidak terlalu kuat dengan rasa pahit dari kopi, campurkan dengan susu, krimer kopi, dan gula untuk menjadi latte yang lezat.

Nescafe Classic Sachet sangat mudah larut dalam air, baik air panas maupun dingin, jadi tinggal dipilih jenis seduhan kopi yang ingin dibuat. Merk kopi tanpa ampas ini dijual dengan harga sangat terjangkau, sekitar 38 ribuan rupiah untuk kemasan bundle 60 sachet kopi.


2. Sakha Coffee Kopi Sachet Celup Arabika

Bukan hanya teh celup, namun merk kopi tanpa ampas juga sudah ada yang diracik sebagai kopi celup, salah satunya Sakha Coffee Arabika. Jadi meskipun tidak ada alat penyaring kopi maupun perlengkapan seduh lainnya, Sakha Coffee Arabika bisa jadi pilihan tepat untuk menikmati secangkir kopi yang aroma maupun rasanya begitu kuat. Ada cukup banyak pilihan Sakha Coffee Arabika, antara lain Kopi Arabika Gayo, Arabika Lintong, Arabika Bali Kintamani, Arabika Flores, dan Arabika Toraja. Dikemas dalam berat bersih 10 gram, kopi tanpa ampas ini dijual dengan harga 10 ribuan rupiah.


3. Good Day Coffee Freeze Mocafrio

Selain Nescafe, Good Day Freeze Mocafrio juga menjadi merk kopi tanpa ampas yang digemari oleh banyak orang karena menawarkan rasa yang enak dan bisa disajikan dengan mudah. Kopi ini terbuat dari komposisi gula, krimer nabati, kopi instan, kakao bubuk, perisa sintetik alami Mocacino, pemanis alami glikosida steviol yang menghadirkan rasa manis tidak terlalu berlebihan. Setiap satu kemasan Good Day Freeze Mocafrio dikemas dengan berat bersih 30 gram dan bisa diseduh dalam 180-200 ml air hangat maupun dingin. Untuk harganya, kopi tanpa ampas ini dijual 20 ribuan rupiah per bag isi 10 kopi.


4. Tropicana Slim Cafe Latte

Tropicana Slim Cafe Latte merupakan paduan kopi susu yang tidak mengandung gula pasir, namun tetap terasa manis dan tentunya aman dikonsumsi oleh orang-orang yang sedang diet maupun menderita diabetes. Kandungan kafein pada merk kopi tanpa ampas ini juga lebih rendah dari merk lainnya, sehingga ibu hamil dan menyusui pun dapat mengonsumsinya. Cara penyajian Tropicana Slim Cafe Latte sangat mudah tinggal larutkan 1 sachet kopi ini ke dalam 200 ml air hangat, aduk merata, dan nikmati. Dikemas dengan berat bersih 14 gram tiap kemasan, produk ini dijual dengan harga 28 ribuan rupiah per 10 sachet.


5. Second Step Coffee Kopi Celup Arabika Bali Kintamani

Second Step Coffee juga menghadirkan merk kopi tanpa ampas yang diracik sebagai kopi celup. Kopi tanpa ampas ini menggunakan kopi jenis Arabika Bali Kintamani yang diproses full wash dengan profil roast medium. Ketika diseduh dalam air panas, Second Step Coffee Kopi Celup Arabika Bali Kintamani akan menghadirkan flavor notes cokelat, nutty, fruity, dan sedikit sentuhan lemon. Setiap kemasan kopi ini memiliki berat bersih 10 gram dan harganya sekitar 10 ribuan rupiah.


6. NEO Coffee Tiramisu

Terbuat dari kombinasi biji kopi robusta dan arabika, Kopi Neo Tiramisu memiliki cita rasa kopi yang kuat dengan aroma begitu harum, meskipun sudah diolah dengan krimer nabati. Merk kopi tanpa ampas ini bisa diseduh dengan sangat mudah, tinggal tuang bubuk kopi ke dalam cangkir, tambahkan 150 ml air mendidih, aduk, dan sajikan selagi hangat. NEO Coffee Tiramisu sangat mudah ditemukan di minimarket hingga warung-warung kecil dan harganya hanya 10 ribuan rupiah per bag isi 10 sachet kopi.


7. Crisco Kopi Susu Kristalisasi Creamy

Seperti produk sebelumnya, merk kopi tanpa ampas ini terbuat dari campuran biji kopi robusta dan arabika yang di-blend dengan susu bubuk yang membuat tekstur serta rasanya jadi creamy. Untuk menyajikannya, cukup larutkan Crisco Kopi Susu Kristalisasi Creamy ke dalam 180 ml air panas, aduk-aduk sebentar, dan nikmati atau tambahkan es supaya lebih menyegarkan. Setiap satu kemasan kopi ini memiliki berat bersih 30 gram dan dijual dengan harga 6000-an rupiah di e-commerce.


8. Maharaja Single Origin Drip Coffee Rakata Robusta

Maharaja Single Origin Drip Coffee Rakata Robusta menggunakan kopi robusta yang berasal dari daerah sekitar anak gunung Krakatau, dipetik saat sudah merah, kemudian disangrai pada titik optimal sampai menghasilkan biji kopi hitam yang sempurna. Setiap drip dari merk kopi tanpa ampas ini sudah dilengkapi filter, jadi tidak perlu menyediakan alat penyaring kopi lagi ketika menyeduhnya. Maharaja Single Origin Drip Coffee Rakata Robusta dikemas dengan berat bersih 10 gram dan bisa diseduh dalam 120-150 ml air panas. Untuk harganya, produk ini dijual 28 ribuan rupiah per 5 cups.


9. Koraino Drip Coffee Econo

Seperti merk kopi tanpa ampas sebelumnya, Koraino Drip Coffee Econo juga bisa disajikan dengan sangat mudah, tinggal gunting gantungannya, sisakan filter di dalam pot air, dan masukkan ke dalam chiller selama 12-24 jam. Setelah dibekukan, Anda tinggal menuangkannya ke dalam air panas selama 2-3 menit. Produk ini terbuat dari campuran kopi arabika dan robusta, dengan porsi arabika setidaknya 20% sehingga menampilkan komponen terbaik dari kopi individu, baik itu kualitas cita rasa maupun aromanya.

Untuk menghasilkan aroma dan rasa kualitas terbaik, merk kopi tanpa ampas ini sebaiknya dihabiskan dalam jangka waktu 3 bulan. Koraino Drip Coffee Econo dijual dengan harga 24 ribuan rupiah per kemasan 6 drip stand pouch.


10. WoCA Kopi Luwak Drip Robusta

Bagi para penggemar kopi luwak dan ingin mengonsumsinya dengan praktis, coba deh beli merk kopi tanpa ampas WoCA Kopi Luwak Drip Robusta. Setiap biji kopinya disangrai oleh Roast Master Profesional sehingga menghasilkan aroma serta rasa kopi yang unik. Karena terbuat dari bahan utama kopi luwak, harga merk kopi tanpa ampas ini memang relatif lebih mahal dibandingkan kopi pada umumnya, sekitar 8000-an rupiah per 1 sachet.


Sumber :

https://ceklist.id/36834/merk-kopi-tanpa-ampas/

Wednesday, December 21, 2022

5 Daerah Penghasil Kopi Terbaik di Indonesia

5 Daerah Penghasil Kopi Terbaik di Indonesia, Jadi Rebutan di Dunia!


Indonesia ternyata termasuk salah satu penghasil kopi terbaik di dunia. Ada lima daerah yang ternyata menjadi ujung tombak produksi biji kopi di Indonesia. Selain wilayahnya yang luas, Indonesia juga diperkaya dengan tanah yang subur. Berbagai tumbuhan dapat dibudidayakan dengan baik di tanah Indonesia.

Termasuk salah satunya adalah tanaman kopi yang menjadi sumber biji kopi untuk diseduh setiap hari. Biji kopi asal Indonesia juga menjadi salah satu yang paling digemari di pasar kopi internasional.

Ada beberapa daerah tertentu yang disebut-sebut sebagai daerah penghasil kopi terbaik yang kualitasnya selalu diburu secara internasional. Karakteristik biji kopi yang khas dengan kualitas yang tinggi membuat daerah-daerah ini populer sebagai 'rumah biji kopi'.

Berikut ini 5 daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia menurut beberapa sumber:

1. Sumatera
Sumatera menjadi area penanaman tumbuhan kopi yang paling populer di Indonesia. Salah satu biji kopi andalan dari tanah Sumatera adalah Sumatra Mandailing yang terkenal dengan karakteristiknya yang lembut dan pekat.

Biji kopi asal Sumatera dikenal memiliki ciri khas rasa dengan sentuhan cokelat dan rempah-rempah. Konon hal ini dipengaruhi oleh beberapa rempah yang juga tumbuh di sekitarnya seperti kayu manis, pala dan cengkeh.

Biji kopi asal Sumatera diproses dengan cara giling basah yang membuat kadar keasamannya menurun. Di pulau Sumatera ada tiga daerah yang secara spesifik juga populer akan produksi biji kopinya yaitu Lintong, Aceh dan Gayo.

2. Sulawesi
Bagi pecinta kopi yang kuat rasanya, disarankan untuk mencicipi biji kopi yang diproduksi dari Sulawesi. Biji kopi dari Sulawesi ini dikenal juga dengan karakter cita rasanya yang memiliki tingkat keasaman medium dan rasa akhir yang lembut.

Kopi yang terkenal dari dataran Sulawesi ini misalnya kopi Toraja dan Kalosi. Tanaman kopi penghasil biji kopi tersebut ditanam pada dataran tinggi di sebelah tenggara pulau Sulawesi.

Biji kopi Toraja asal Sulawesi bahkan telah mendapatkan sertifikasi sebagai tumbuhan kopi yang ditanam pada area tinggi yang dijaga dengan ketat kualitasnya. Biji kopi Toraja ini dikenal sebagai biji kopi yang paling cocok untuk dipanggang hingga tingkat dark roast.

3. Flores
Walaupun memiliki luas area yang kecil, pulau Flores tak hanya memiliki taman nasional Komodo sebagai keunggulannya. Pulau Flores dikenal juga sebagai wilayah penghasil kopi terbaik yang paling diandalkan oleh pecinta dan produsen kopi di Indonesia.

Tanaman kopi di pulau Flores dibudidayakan pada ketinggian 1.200 hingga 1.800 meter di atas permukaan air laut khususnya di kawasan Bajawa. Flores dilengkapi dengan beberapa gunung berapi yang masih aktif sehingga dinilai memperkaya karakteristik biji kopi.

Petani kopi di Flores juga melakukan pengolahan dengan teknik penggilingan basah. Hasilnya biji kopi dari Flores memiliki cita rasa yang manis mirip dengan susu cokelat dengan aroma kayu yang menyegarkan.

4. Jawa
Mayoritas biji kopi yang diproduksi di pulau Jawa datang dari bagian timur pulau Jawa. Biji kopi ini akan diolah dengan proses basah atau wet-processed. Salah satu yang paling populer adalah kopi Ijen yang tumbuh di sekitar pegunungan Ijen.

Biji kopi yang dibudidayakan di Jawa biasanya berada pada ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini menjadi lokasi yang tepat untuk mengembangkan varietas arabika yang biasa tumbuh pada 750 - 1.550 meter di atas permukaan laut.

Biji kopi dari Jawa sendiri sudah tumbuh sejak abad ke-17 dan dicintai seluruh pecinta kopi di dunia. Daerah-daerah yang disebut sebagai penghasil kopi terbanyak di Jawa misalnya Djampit, Blawan, Pancoer dan Kayumas yang jika ditotal luasnya mencapai 4.000 hektar.

5. Bali
Biji kopi yang diproduksi dari Bali dikenal sebagai biji kopi premium yang laris di pasar kopi internasional kelas atas. Hal ini lantaran biji kopi asal Bali memiliki cita rasa dengan aroma kayu asap yang segar dan warna yang pekat.

Biji kopi asal Bali ini lebih banyak tumbuh di dataran tinggi dekat dengan gunung berapi yang membuatnya mendapat unsur hara berlimpah dan membuatnya matang dengan perlahan. Sayangnya pasokan biji kopi asal Bali ini masih dilakukan dengan terbatas tidak sebanyak biji kopi yang lain.

Biji kopi yang paling populer di Bali adalah biji kopi Kintamani yang memiliki cita rasa seperti dark cokelat dan rempah-rempah. Biasanya para petani kopi di Bali akan mengolah biji kopi ini dengan proses basah natural dan proses kering natural.


Sumber :
https://food.detik.com/info-kuliner/d-6472045/5-daerah-penghasil-kopi-terbaik-di-indonesia-jadi-rebutan-di-dunia.

Monday, December 19, 2022

Lama Kualitas Kopi Bertahan Setelah Diseduh

Berapa Lama Kualitas Kopi Bertahan Setelah Diseduh? Ini 4 Penjelasannya

kTidak semua orang minum kopinya langsung habis setelah diseduh. Ada beberapa yang akan meminumnya nanti. Lantas, berapa lama kopi tahan kualitasnya setelah diseduh? Ini penjelasannya.

Setelah kopi diseduh, tidak semua orang akan langsung meminum atau menghabiskan kopinya. Karena ada beberapa dari mereka yang memang sengaja membuat seduhan kopi dalam jumlah banyak maupun tanpa sengaja meninggalkan kopinya yang belum habis selama berjam-jam.

Mungkin hal ini terlihat sepele, tetapi seduhan kopi masih dikategorikan sebagai produk makanan atau minuman yang bisa dengan mudah basi. Karenanya kualitas dan keamanan tentu perlu diperhatikan.

Mengingat hal ini, lantas sebenarnya berapa lama kualitas kopi bisa tahan setelah diseduh atau? Ini penjelasannya yang dirangkum dari coffeechronicler.com (01/13).


1. Oksidasi Kopi Menyebabkan Rasa Pahit

Ada beragam cara manual menyeduh kopi, misalnya menggunakan French press, V60, hingga Vietnam drip. Semua bisa dipilih sesuai selera.

Namun setelah selesai menyeduh kopi dengan metode tersebut, ketahanan rasa kopi juga perlu diperhatikan. Pada umumnya, kopi bakal bertahan sekitar 30 menit.

Meskipun ini bukanlah standarnya, tetapi waktu tersebut disebut sebagai patokan waktu yang tepat. Kopi merupakan minuman yang mudah menguap. Aromanya akan lebih kuat terasa saat cangkirnya masih panas dan kondisi ini terjadi sekitar 15-30 menit setelah kopi diseduh.

Tetapi, saat kopi tersebut mulai mendingin, sebenarnya rasanya akan berubah. Kopi berkualitas baik akan menunjukkan keasamanan dan rasa manisnya.

Jika kopi dibiarkan terlalu lama setelah diseduh, biasanya akan ditandai dengan kepergian aromanya yang meninggalkan senyawa yang kurang mudah menguap. Pada akhirnya ini memicu munculnya rasa pahit.


2. Bagaimana Cara Agar Kopi Lebih Tahan Lama?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kopi akan terasa paling enak diminum dalam waktu 30 menit setelah diseduh. Untuk mempertahankan rasa tersebut, sebenarnya kopi tidak perlu dipanaskan kembali.

Cara lainnya yaitu dengan menyimpan kopi di termos yang akan melindunginya selama beberapa jam. Sebenarnya ini juga tidak akan menjaga semua rasa tetap utuh, tetapi cara seperti ini bisa menawarkan ketahan rasa kopi yang lebih tahan lama.

Sebelum termos dipakai, pastikan untuk mencuci bersih terlebih dahulu untuk mencegah kopi menyerap lebih banyak bau dan rasa yang tidak diinginkan.


3. Hubungan antara Kopi yang Basi dan Kesehatan

Setelah dibiarkan beberapa lama, apakah kopi masih aman untuk diminum? Kopi yang diseduh sebenarnya tidak memiliki banyak nutrisi untuk mendukung pertumbuhan mikroba. Ditambah kopi juga memiliki sifat antimikroba sebagai pertahanan tambahan.

Karenanya tidak perlu terlalu khawatir jika membiarkan kopi yang diseduh dalam kondisi higienis selama 24 jam. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan kopi yang diseduh lebih terkait kualitas rasanya. Ditetapkan umur simpan kopi seduh bisa sampai 10 hari jika disimpan pada suhu kamar dengan oksigen. Sementara jika didinginkan bisa sampai 15 hari.

Jika kopi disimpan dan diseduh dengan cara higienis, kopi masih tetap aman. Beda halnya jika kamu meninggalkan kopi di lingkungan kotor. Ini bisa meningkatkan kontaminasi mikroba yang membuatnya tidak aman untuk diminum.

Terlepas dari hal ini, sebenarnya belum ada patokan pasti mengenai lama penyimpanan kopi yang ideal. Kondisi juga akan berubah jika kopi yang diseduh dengan tambahan susu. Stabilitas susu akan menentukan apakah kopi aman atau tidak untuk diminum. Umumnya susu akan bertahan selama satu jam di suhu hangat dan dua jam atau lebih jika di suhu dingin.


4. Bagaimana Jika Kondisinya Kopi Dingin alias Cold Brew?

Setelah menyeduh kopi, sebagian orang juga menyukainya jika ditambah dengan es atau dibuat dingin. Kopi atau minuman dingin telah menunjukkan stabilitas rasa yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Sayangnya, minuman ini menimbulkan risiko keamanan yang lebih tinggi karena kopi dingin kurang melalui proses pemanasan, waktu ekstraksi dan penyimpanan yang lama.

Suhu tinggi atau panas biasanya bertindak sebagai agen sterilisasi. Jika meniadakan langkah pemanasan dalam penyiapan minuman dingin, maka mikroba yang ada di wadah kopi tidak terbunuh.

Dengan risiko ini, disarankan pengolahan cold brew lebih aman jika dikonsumsi di hari yang sama saat dibuat. Penyimpanan yang terlalu lama tidak disarankan karena ada potensi kopi terkontaminasi mikroba.


Sumber :

https://food.detik.com/info-kuliner/d-6467334/berapa-lama-kualitas-kopi-bertahan-setelah-diseduh-ini-4-penjelasannya.

Sunday, December 18, 2022

Meracik Kopi Sendiri yang Enak

7 Tips dari Barista Untuk Meracik Kopi Sendiri yang Enak

Tak hanya menyeduh, meracik kopi ternyata banyak yang harus diperhatikan. Meniru para barista, ada tips mudah yang bisa diikuti untuk membuat kopi di rumah.

Untuk membuat kopi yang segarnya nikmat ternyata bukan hanya teknik menyeduh yang harus diperhatikan. Para barista profesional mengungkapkan beberapa hal lain yang harus diperhatikan agar bisa menyajikan seduhan kopi yang sempurna.

Biji kopi termasuk ke dalam bahan-bahan yang sensitif terhadap suhu, sinar matahari hingga aroma di sekitar tempat penyimpanannya. Beberapa orang barista memberikan tips andalan mereka untuk menyajikan kopi yang segar.

Tips-tips yang diberikan ini cukup mudah dan sederhana untuk dilakukan di rumah. Mulai dari cara mengenali karakteristik kopi hingga cara menyimpan kopi untuk menjaga cita rasa kopi ini semuanya bisa dicontek.


1. Kenali biji kopi

Kualitas seduhan kopi yang nikmat tak hanya ditentukan oleh harga atau merek sebuah kopi, mengenali jenis kopi yang dibeli juga wajib hukumnya untuk dilakukan. Para barista setuju bahwa penggunaan biji kopi arabika dan robusta memiliki perbedaannya masing-masing.

Biji kopi arabika disarankan untuk diseduh dengan metode manual brewing seperti V60, flat drip, dan lainnya. Sedangkan untuk robusta lebih cocok jika diseduh menjadi espresso. Jika kebingungan, biasakan untuk membaca rekomendasi teknik penyeduhan yang ada di belakang kemasan kopi.


2. Pastikan kopi segar

Para barista tidak setuju dengan kebiasaan menyimpan kopi terlalu banyak. Kopi yang tepat adalah kopi yang sudah berusia 10 - 14 hari setelah dipanggang, biasanya kopi-kopi segar ini bisa langsung didapatkan di kafe yang menjual biji kopi atau produsennya langsung.

Kopi yang sudah dibeli tidak disarankan disimpan dalam hitungan berbulan-bulan pada rak di rumah. Sebaiknya beli biji kopi secukupnya dan baru kembali diisi persediaannya jika kopi sudah habis. Kopi yang sudah terlalu lama dan tak segar akan memberikan aroma dan rasa yang tak sedap.


3. Jauhkan dari sinar matahari

Ketika menyimpan biji kopi di rumah juga tidak disarankan memilih tempat yang terlalu terpapar sinar matahari. Sinar dan suhu panas adalah musuh terbesar dari biji kopi yang sangat mempengaruhi kualitas kesegarannya.

Para barista memperingatkan bagi pecinta kopi yang ingin menyimpan kopi di rumahnya memilih tempat yang lebih gelap dan jauh dari jendela atau sinar matahari. Selain itu pastikan untuk selalu menggunakan wadah yang kedap udara agar tidak untuk mencegah oksidasi kopi yang terlalu cepat.


4. Simpan dalam bentuk biji

Walaupun terdengar lebih rumit tetapi menyimpan kopi dalam bentuk biji jauh lebih baik untuk menjaga kesegarannya. Para barista sangat mengetahui bahwa menghaluskan biji kopi adalah hal yang paling dibenci pecinta kopi rumahan karena harus menggilingnya setiap kali menyeduh kopi.

Tetapi barista-barista ini mengatakan bahwa kopi yang disimpan dalam bentuk bubuk akan lebih cepat lembab dan kesegarannya mudah hilang. Selain itu kopi yang disimpan dalam kondisi yang belum dihaluskan akan lebih tahan terhadap oksidasi.


5. Gunakan air mineral

Pemilihan air untuk menyeduh kopi ternyata dapat berpengaruh besar pada hasil seduhan kopi. Para barista tidak menyarankan untuk menggunakan air keran yang langsung ditambahkan ke mesin kopi atau dimasak untuk menyeduh kopi.

Para barista menyarankan untuk menggunakan air mineral atau setidaknya air yang sudah melalui proses penyulingan. Hal ini disebutkan karena pada air keran atau air mentah biasanya memiliki aroma klorin yang akan mengganggu aroma kesegaran asli kopi.

Untuk pemula, gunakan takaran yang direkomendasikan untuk mendapat hasil yang sempurna. Foto: Getty Images/iStockphoto/Schwede-Photodesign


6. Sesuaikan takaran

Sering menjadi pertanyaan banyak pecinta kopi, takaran antara kopi dan air untuk penyeduhan ternyata ada jumlah spesifiknya. Dua sendok makan kopi disarankan diseduh dengan 177 mililiter air.

Sebenarnya tak ada masalah untuk mencoba menemukan rasio atau perbandingan sesuai dengan selera lidah sendiri. Tetapi jika tak ingin gagal saat pertama kali menyeduh kopi di rumah bisa menggunakan perbandingan 1:11 untuk kopi yang lebih pekat atau 1:15 untuk rasa kopi yang tak terlalu pekat.


7. Belajar dari kesalahan

Ketika mencoba membuat kopi wajar jika melakukan kesalahan. Terutama ketika kamu bukan seorang barista profesional yang terlatih untuk menyeduh kopi. Kesalahan adalah hal normal yang dilakukan untuk mendapat hasil yang sempurna.

Biasanya kesalahan saat memilih biji kopi, teknik yang digunakan hingga mengatur suhu air panas yang tidak tepat akan terjadi saat mencoba menyeduh kopi sendiri. Tetapi para barista profesional menyebutkan proses ini wajib dilalui sebelum kamu mendapatkan racikan kopi yang tepat.


Sumber :

https://food.detik.com/info-kuliner/d-6462114/7-tips-dari-barista-untuk-meracik-kopi-sendiri-yang-enak.

Related Posts