Monday, January 18, 2021

Life is Like a Cup of Coffee


Life is like a cup of coffee, where bitter and sweet meet in warmth

(Hidup ini seperti secangkir kopi, dimana pahit dan manis bertemu dalam kehangatan)


Saturday, January 16, 2021

Kopi Rengganis dari Jember

Bukan Arabika, Tapi Inilah Primadona Kopi Rengganis dari Jember

15 JULI 2019

   

Saat ini, kopi tengah digandrungi masyarakat dari berbagai kalangan. Setidaknya, 50 negara telah membudidayakan kopi sebagai sektor pertaniannya. Ada dua jenis pohon kopi yang lazim digunakan saat ini, yaitu Kopi Arabika dan Robusta.

Harganya yang ekonomis menjadi pilihan masyarakat dan para peracik kopi untuk membuat variasi yang unik. Lain halnya dengan biji Kopi Arabika memiliki harga yang lebih mahal di pasaran, karena cita rasanya yang manis dan asam membuat banyak masyarakat menyukai kopi ini.

Kandungan kafein dari arabika lebih rendah dari kopi robusta. Untuk penanamannya, pohon kopi arabika umumnya ditanam di dataran tinggi atau suhu yang dingin, sedangkan biji Kopi Robusta memiliki cita rasa yang lebih pahit, sedikit asam, dan kandungan kafeinnya lebih tinggi. Namun, penanamannya memiliki cakupan daerah yang lebih luas yang umumnya di atas ketinggian 800 mdpl.

Bagaimana dengan kopi khas Indonesia? Indonesia mempunyai kopi bernama Kopi Rengganis. Apa yang membedakan Kopi Rengganis denga kopi lainnya? Kopi ini memiliki metode panen menggunakan pemanenan modern karena metode ini memperhatikan warna buah kopi yang sudah matang atau juga disebut sistem honney.

Jika dilihat dari proses pengeringannya, buah kopi yang sudah dipanen akan dipisahkan dari kulitnya dan dipotong, namun daging buah tidak dipisahkan dari biji kopi. Inilah yang membuat cita rasa dari Kopi Rengganis berbeda.

Pengeringan ini berlangsung selama 2 minggu jika mendapat cahaya matahari terus menerus. Lain halnya jika musim penghujan, proses pengeringan bisa mencapai 4 bulan lamanya.

Keistimewaan lain dari biji Kopi Rengganis ini hanya terletak di lereng Pegunungan Argopuro, Jember, Jawa Timur. Nama dari biji kopi ini didapatkan dari puncak Gunung Argopuro, yakni Puncak Rengganis.

Kopi ini hanya ditanam di Jember, keterbatasan lahan dan kurangnya edukasi terhadap petani tentang proses pengolahan kopi ini, menyebabkan harga jual Kopi Rengganis sangat murah.

Harga 1 kg Kopi Rengganis hanya dibanderol dengan harga mulai dari Rp 25.000 saja untuk biji hijau, sedangkan untuk kopi yang sudah diolah dan disangrai menapai Rp 50.000 hingga Rp 60.000 ribu per kilonya.

Kopi Rengganis ini mempunyai potensi pasar yang bagus untuk ke depannya, karena itu perlu diadakan penyuluhan kepada petani-petani setempat tentang kopi ini. Mulai dari pemotongan tangkai daun dan pemberian pupuk yang rutin juga perlu diperhatikan guna mendapak buah kopi yang berkualitas.

Dalam pemanen kopi, juga perlu diperhatikan dari segi kualitas. Kualitas kopi terbaik ada pada grade A, yang didapatkan dari pemanenan petik dari buah yang telah matang sempurna. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 70.000 per kilonya. Hal ini tentunya berbeda dari kopi yang sudah diolah oleh beberapa toko-toko kopi yang profesional.

Saat sudah diolah, kedai-kedai kopi ini menawarkan mulai dari Rp 350.000 per kilonya. Maka dari itu, perlunya penyuluhan kepada petani-petani Indonesia tentang pengolahan kopi ini penting guna membangun perekonomian mereka.

Memang tidak mudah, dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran dalam mengolah biji kopi akan menghasilkan rasa yang nikmat dan digemari banyak orang.


Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/07/15/bukan-arabika-tapi-inilah-primadona-kopi-rengganis-dari-jember

Wednesday, January 6, 2021

Minum Kopi Sebelum Gowes

Inilah Manfaat Minum Kopi Sebelum Gowes

by MainSepeda - January 03, 2021

Meminum kopi sebelum bersepeda ternyata memiliki sejumlah manfaat. Bukan hanya tentang meningkatkan performa cyclist semata, kopi diyakini baik untuk goweser yang ingin menurunkan berat badan. Yang harus diperhatikan adalah mengonsumsinya tak boleh berlebihan.

Kopi dan pesepeda adalah dua elemen yang tak terpisahkan. Biasanya cyclist akan meminum kopi sebelum gowes pagi-pagi. Menurut cyclist sekaligus ahli bedah thoraks kardiak & vaskular, dr. Dhany Prasetyanto, Sp.BTKV, FIHA, kandungan kafein dalam kopi sebenarnya memiliki efek baiknya.

"Terutama buat pesepeda yang ingin menurunkan berat badan. Ada sebuah studi yang mengatakan, jika kita meminum kopi saat perut kosong kemudian melakukan aktivitas, maka akan meningkatkan pembakaran lemak dalam tubuh," ungkapnya.

Terkait kopi yang dikonsumsi, ia menyarankan agar meminum kopi hitam murni. "Kopi hitam murni, ya Americano lah. Sebenarnya ada dosisnya. Kalau tidak salah tiga gram kafein per berat badan untuk sekali minum," terang dr. Dhany.

Selain baik untuk mereka yang ingin diet, menurut dr. Dhany, kandungan kafein dalam kopi termasuk salah satu stimulan pada sistem saraf. Kafein dapat meningkatkan hormon norepinefrin. Hormon ini memiliki efek yang sama seperti hormon adrenaline.

"Jadi menstimulasi jantung untuk berdenyut lebih cepat. Sehingga meningkatkan performa dan kontraksi jantung itu sendiri," imbuhnya.

Akan tetapi, setiap orang memiliki efek kafein yang berbeda-beda. Ada yang sensitif terhadap kafein ada yang tidak sensitif. "Misalnya orang yang tidak tahan karena masalah pencernaan dan segala macam, memang tidak disarankan untuk meminum kopi," jelas dr. Dhany.

Ia juga mengingatkan para cyclist agar tidak mengonsumsi terlalu banyak kafein. Sebab dapat menimbulkan efek yang tidak bagus. Dampaknya bisa seperti mengganggu pola tidur, mengganggu metabolisme karbohidrat, serta efek lainnya. (mainsepeda)


Sumber :

https://www.mainsepeda.com/r/2452/inilah-manfaat-minum-kopi-sebelum-gowes

Monday, December 14, 2020

Dari Gunung Malabar, Kopi Indonesia Mendunia

Oleh Yuliawati 15 Desember 2019

Untuk menjaga kualitas kopi Malabar, Slamet Prayoga menghindari pencampuran dengan jenis lainnya. 

Dari pegunungan Malabar, Pengalengan, Jawa Barat dengan ketinggian 1800 meter di atas permukaan laut, kopi asal Indonesia mendunia. Kopi Pengalengan yang terkenal dengan sebutan Java Preanger diakui secara internasional sebagai specialty coffee atau kopi arabika dengan kualitas tinggi. 

Pada ajang Specialty Coffee Association of America Expo, tiga tahun lalu, empat penghargaan kopi spesial berasal dari Pengalengan. Salah satu yang mendapat penghargaan adalah Malabar Honey, hasil produksi perkebunan Slamet Prayoga. 

Kopi ini mendapatkan skor uji standar caswells coffee 84 dengan ukuran minimal 80 sebagai kopi spesial. Penghargaan bergengsi lainnya yang pernah diterima kopi dari perkebunan Yoga -– nama panggilan Slamet Prayoga- yakni Malabar Natural untuk juara kopi filter MICE Melbourne di Australia. 

Keunikan kopi dari kebun Yoga yakni varian rasa buah-buahan. Malabar Honey memiliki ragam cita rasa seperti vanila, jeruk nipis, sirup maple, sedikit floral. Sedangkan Malabar Natural mempunya rasa nangka dan pisang. 

Yoga menghasilkan kopi yang berkualitas dengan standard internasional dimulai tanpa pengetahuan dan pengalaman bercocok tanam kopi. 

“Ketika itu minum kopi saja tidak pernah,” ujarnya.   

Keberhasilan Yoga bermula dari pemilihan lokasi perkebunan yang tepat. Pengalengan merupakan tempat pengembangan perkebunan kopi besar-besaran masa Belanda. Pada 1707, Gubernur Jenderal Belanda Joan van Hoorn memerintahkan para Bupati di kawasan Bandung, Jawa Barat, waktu itu bernama Priangan untuk mengembangkan perkebunan kopi. 

Pemilihan Priangan, pusat dari Jawa Barat bukan karena dekat dengan Batavia, juga karena tofografi dan iklim yang cocok dengan tanaman kopi. Di situlah asal, mula penanaman kopi besar-besaran dimulai. 

Daerah di pegunungan Malabar yang berada di sebelah selatan Jawa Barat, menjadi sentra produser kopi yang penting. Malabar punya empat puncak yakni Malabar, Mega, Puntang dan Haruman. Malabar memiliki nama yang hampir sama dengan asal bibit kopi yakni daeri kawasan Malabar, India. 

Kopi Malabar asal Jawa Barat ini terkenal ketika itu dengan sebutan A Cup of Java. Keberhasilan perkebunan kopi dari Jawa Barat ini membuat penyebarannya semakin meluas di seantero Nusantara. Kopi pun disebarkan ke beberapa daerah lain, seperti Bali, Timor-Timur, Sulawesi dan Sumatra. 

Kini Sumatra menjadi lumbung kopi sebanyak 514 ribu ton atau sekitar 71% produksi kopi nasional dihasilkan dari pulau yang memiliki nama lain Swarnadwipa ini. Berikut Databoks:   Menjaga Kualitas Kopi Malabar Setelah bekerja puluhan tahun di perkebunan sawit, Yoga memilih berhenti dari pekerjaanya di usia 50 tahun. 

Dia mengejar impiannya menjadi seorang petani. Selama dua tahun dia sempat bergonta ganti menjajal berbagai tanaman hingga bertemu dengan kopi.  Berbekal informasi secuil mengenai kopi Pengalengan, dia mendatangi daerah tersebut mengandalkan Googlemaps. 

“Sampai di sana seharian saya nongkrong sama tukang ojek, mengobrol tentang kopi. Hingga akhirnya berpikir ini yang saya cari,” kata Yoga yang merupakan sarjana ilmu pertanian dari Universitas Mulawarman, Kalimantan. 

Yoga kemudian menetap sementara untuk mempelajari prospek perkebunan kopi di kawasan Pengalengan selama sebulan. Setelah yakin, dia pun menjalin kerja sama dengan Perhutani menggarap lahan perkebunan kopi sekitar 20 hektare pada 2012. 

Yoga membangun perusahaan PT Sinar Mayang Lestari dengan merk dagang Malabar Mountain Coffee. Yoga memulai bisnisnya dengan modal sekitar Rp 10 miliar-15 miliar. Dia menganggap modal saja tak cukup sehingga dia pun tekun mempelajari cara budidaya, sistem perawatan, dan cara berbisnis yang efektif. Banyak hal yang Yoga pelajari dari membangun perkebunan kopi. 

Dia memberikan perlakuan khusus sehingga perkebunan kopinya mampu berbuah banyak dan produktif. Secara rutin Yoga melakukan pemupukan yang teratur, pemangkasan dahan-dahan pohon yang mati dan tidak produktif, serta perawatan tanah di sekitar tanaman. 

Proses memangkas ranting dan daun agar tak terlalu rimbun ini penting. Tujuannya agar tanaman kopi tetap mendapatkan sinar matahari sehingga batang pohon terhindar dari serangan jamur atau virus yang merusak tanaman. Yoga pun memperhatikan betul saat panen. 

Dia melarang anak buahnya memetik buah yang masih hijau. Kopi yang benar-benar matang berwarna merah atau ceri yang hanya diperbolehkan dipetik. Setelah pemetikan, ceri ini kemudian dijemur di bawah sinar matahari. 

Proses selanjutnya yang menjadi perhatian Yoga yakni penyortiran. Dia menyortir kopinya berulang kali melalui mesin maupun sortir manual. Untuk sortir manual, Yoga mempekerjakan warga kampung untuk menyortir dengan mengupas kulit ceri (pulper), maupun mengupas kulit gabahnya (huller). 

Penyortiran ini untuk memilih biji kopi yang terbaik untuk kemudian disangrai dan digiling. Setelah mengelola perkebunan selama tujuh tahun, lahan perkebunan yang dikelola Yoga mencapai 100 hektar dengan lebih dari 230.000 pohon kopi arabika. 

Produksi kopi pun terus meningkat, awal membuka lahan perkebunan jumlahnya 4-5 ton per tahun, kini panen kopi Malabar Mountain dapat mencapai 30-35 ton per tahunnya. Pembelinya kopi Malabar Mountain datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari di pulau Jawa yakni Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cirebon, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali. 

Selain pulau-pulau lain di luar Jawa seperti Kalimantan dan Sumatra. Permintaan datang juga dari mancanegara seperti Tiongkok, Australia, dan Amerika. Untuk masalah pengiriman ke luar negeri tersebut, Yoga hanya menyerahkan kopi tanpa terlibat proses perizinan. 

Mayoritas pembeli memesan roasted bean yang siap olah, namun ada juga yang memesan green bean. Sekali pesan para pembelinya memesan 5-10 karung yang berisi 60 kilogram biji kopi per karung, bahkan ada yang memesan dalam hitungan ton. 

Biasanya sejak awal tahun Yoga membuka tawaran pesanan kopi sejak awal tahun. Setelah proses booking, Yoga kemudian menghitung jumlah produksi kopi yang harus dipenuhi sepanjang tahun. Dia akan menutup pemesanan apabila melebihi kapasitas produksinya. 

Sering kali Yoga terpaksa tak memenuhi pesanan para pelanggannya karena produksi tanaman kopinya meleset. Yoga menganggapnya wajar karena tanaman kopi kerap tak dapat dipastikan jumlah panennya. Bagi Yoga, hal yang utama yang harus dia jaga selama berbisnis kopi yakni menjaga kualitas kopi Malabar Mountain. 

Sehingga dia tak akan pernah mencampur kopi produksinya dengan jenis lain demi memenuhi pesanan. "Konsistensi kualitas itu kunci kopi Malabar Mountain hingga bertahun-tahun, sehingga kopinya terus berada di grade specialty, dan orang terus tetap menanti kopi ini,” kata Yoga.


Sumber :

https://katadata.co.id/yuliawati/berita/5e9a4c493a08a/dari-gunung-malabar-kopi-indonesia-mendunia

Saturday, December 12, 2020

Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula

Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula Dan Susu Untuk Kesehatan

Salah satu minuman yang paling nikmat saat sarapan pagi adalah kopi. Secangkir kopi bisa memberikan semangat dan energi baru bila diminum pada pagi hari. Tidak hanya itu, kopi juga memiliki banyak manfaat lain untuk kesehatan, terutama bila Anda memilih kopi tanpa gula dan susu. Melansir dari Times Of India, berikut ini beberapa manfaat minum kopi tanpa gula dan susu setiap hari. 


1. Meningkatkan memori

Minum kopi hitam alias kopi tanpa gula dan susu ternyata bisa membantu meningkatkan fungsi otak. Kopi dapat membuat daya memori semakin kuat, serta mencegah demensia. Sebuah studi menemukan bila mengonsumsi kopi hitam secara teratur, maka bisa mengurangi risiko dari penyakit alzheimer hingga 65% dan penyakit parkinson hingga 60%.


2. Meningkatkan kinerja selama olaharga

Kopi hitam juga bisa meningkatkan kinerja fisik dan membantu mempersiapkan tubuh untuk aktivitas fisik yang intens. Selain itu, kopi dapat memecah lemak tubuh yang tersimpan dan melepaskan sel-sel lemak ke aliran darah dalam bentuk asam lemak bebas, yang bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk aktivitas fisik yang berat.


3. Meningkatkan kinerja liver

Kopi juga bisa membantu mengurangi risiko penyakit kanker hati, hepatitis, penyakit hati berlemak, dan sirosis alkoholik. Seseorang yang minum 4 cangkir atau lebih kopi hitam setiap hari memiliki 80 persen lebih rendah terkena penyakit hati. Selain itu, kopi juga bisa menurunkan tingkat enzim hati yang berbahaya di dalam darah.


4. Meningkatkan kecerdasan

Kopi juga memiliki stimulan psikoaktif yang bisa bereaksi dengan tubuh, yaitu utnuk meningkatkan energi, suasana hati, dan juga bisa membuat Anda jadi lebih pintar


5.Membersihkan perut

Kopi memiliki sifat diuretic, yang membuat Anda jadi ingin buang air kecil. Inilah yang dapat membantu mengeluarkan racun dan bakteri dalam tubuh. Untuk itulah, disarankan buat minum kopi hitam tanpa gula agar bisa membersihkan perut.

 

6.Membantu menurunkan berat badan

Kopi hitam juga bisa membantu menurunkan berat badan, terutama bila Anda lanjutkan dengan olahraga. Kopi hitam bisa meningkatkan metabolisme sekitar 50 persen, serta membakar lemak di perut.


7. Meningkatkan antioksidan

Kopi hitam juga bisa sebagai pembangkit tenaga antioksidan. Kopi hitam mengandung vitamin B2, B3, B5, manga, kalium, dan magnesium.


8.Meningkatkan kesehatan jantung

Minum kopi tanpa gula dan susu secara rutin bisa meningkatkan tekanan darah. Bila minum 1-2 cangkir kopi hitam, maka bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke. Kopi hitam juga bisa mengurangi tingkat peradangan dalam tubuh.


9. Membuat Anda lebih bahagia

Ternyata, minum kopi hitam juga bisa meningkatkan mood dan dapat membaut Anda lebih bahagia. Kopi juga bisa menjadi salah satu solusi untuk melawan depresi, stres, dan meningkatkan mood. Soalnya, kopi dapat merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan produksi dopamin, serotonin, dan noradrenalin, yang penting dalam meningkatkan suasana hati.


10. Mengurangi risiko asam urat

Penelitian menunjukkan orang yang minum kopi hitam secara rutin memiliki 57 persen penurunan asam urat. Hal ini terjadi karena kandungan antioksidan dalam kopi dapat mengurangi pengemabangan asam urat dengan menurunkan tingkat insulin dan asam urat dalam tubuh.


Sumber :

https://womantalk.com/health/articles/manfaat-minum-kopi-tanpa-gula-dan-susu-untuk-kesehatan-yB70v

Tuesday, September 29, 2020

Tips Menyeduh Kopi ala Kafe

3 Tips Menyeduh Kopi ala Kafe yang Enak di Rumah

Kopi merupakan minuman yang tak kenal zaman, selalu hits dari dulu sampai sekarang. Banyak orang yang datang ke kafe untuk minum kopi yang nikmat.

Padahal, Bunda dapat menyeduh sendiri kopi ala kafe yang enak di rumah. Asal caranya tepat, kopi yang dibuat di rumah juga bisa terasa nikmat kok.

Dikutip dari Good Housekeeping, ini 3 tips menyeduh kopi ala kafe:


1. French press

French press merupakan salah satu cara yang paling klasik dan mudah untuk menyeduh kopi. Bunda membutuhkan teko bernama coffee plunger untuk membuat kopi dengan teknik ini.

Cara membuat kopi dengan teknik ini, pertama tuang kopi bubuk yang masih kasar ke dalam teko. Kemudian, isi dengan air mendidih, aduk.

Tunggu selama 4 menit. Tutup dan tekan plunger secara perlahan untuk memisahkan ampas kopi.

Segera sajikan karena kalau terlalu lama berada di dalam plunger, rasanya semakin pahit. Dengan cara ini, Bunda hanya memerlukan waktu 4 menit untuk membuat kopi.


2. Pour Over

Pour over merupakan cara tertua untuk menyeduh kopi. Bunda hanya membutuhkan air panas dan filter supaya ampas kopi tersaring.

Tempatkan filter di atas cangkir atau teko. Siram filter dengan air panas untuk menghilangkan bau kertas.

Masukkan bubuk kopi ke dalam filter. Tuang sedikit air mendidih, diamkan selama 30 detik supaya kopi larut.

Siram lagi dengan air mendidih dengan gerakan melingkar. Basahi semua bubuk kopi sampai merata.

Cara ini cocok untuk bubuk kopi yang halus. Bunda hanya butuh waktu 3 sampai 4 menit untuk membuat kopi.


3. Cold brew

Cold brew dibuat dengan cara merendam kopi bubuk kasar dengan air dingin atau bersuhu ruangan. Tapi, cara ini membutuhkan waktu yang sangat lama, yaitu 12 jam.

Teknik cold brew menghasilkan kopi yang terkonsentrasi. Biasanya, ini disajikan dengan tambahan air atau susu.

Caranya, masukkan kopi bubuk kasar ke dalam botol. Tambahkan air, lalu aduk rata.

Simpan larutan kopi di dalam lemari es atau suhu ruangan. Biarkan selama 12 jam.

Setelah 12 jam, saring menggunakan saringan jaring yang dilapisi dengan filter kopi. Simpan lagi di kulkas.


Sumber :

https://www.haibunda.com/moms-life/20200924140430-76-163566/3-tips-menyeduh-kopi-ala-kafe-yang-enak-di-rumah

Monday, September 28, 2020

Campuran Kopi yang Sebaiknya Dihindari

6 Campuran Kopi yang Sebaiknya Dihindari


Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Secangkir kopi hangat bertemankan camilan gurih lain menjadi kenikmatan yang dicari orang seharian.

Kopi dapat disiapkan dan disajikan dalam berbagai cara, seperti espresso, France press coffee, caffe latte, atau kopi kaleng yang siap saji. Kopi juga memiliki sejumlah manfaat dalam kesehatan. Kopi dapat membantu kita merasa lebih berenergi, membakar lemak, dan meningkatkan kinerja fisik.

Kopi juga dapat menurunkan risiko beberapa penyakit, seperti diabetes tipe 2, kanker, Alzheimer, dan Parkinson. Faktanya, kopi bahkan dapat meningkatkan umur panjang. Karena kopi memiliki banyak manfaat, penting untuk menjaga kualitasnya.

Cara menjaga kualitas kopi pun bisa dilakukan melalui berbagai cara, dimulai dengan menghindari beberapa campuran yang umumnya ditambahkan ke dalam kopi. Berikut adalah enam hal yang tidak boleh ditambahkan ke dalam kopi, seperti dilansir Times of India.


1. Pemanis buatan

Pemanis buatan seperti sakarin, sukralosa, dan aspartam, secara signifikan memengaruhi bakteri usus di saluran pencernaan dan dapat menyebabkan intoleransi glukosa dalam jangka panjang. Ini membuat orang berisiko terkena diabetes tipe 2, selain juga bisa menyebabkan masalah perut.


2. Krimer berperisa

Krimer berperisa, sarat dengan gula dan aditif yang menyebabkan peningkatan kadar kolesterol. Selain itu, krimer juga dapat merusak sistem pencernaan. Sebaiknya, gunakan susu biasa dalam kopi sebagai pengganti krimer berperisa.


3. Gula tebu

Jika ditambahkan dalam jumlah yang terkontrol, gula tebu tidak memiliki efek berbahaya. Tetapi, banyak orang cenderung menggunakannya dalam jumlah berlebihan hingga dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti meningkatkan risiko diabetes, obesitas, dan masalah jantung.


4. Krimer instan

Krimer instan pastinya mengandung minyak, gula, dan pengental. Lebih buruk lagi, minyaknya adalah jenis terhidrogenasi parsial. Krimer instan dikemas dengan pengawet seperti natrium fosfat yang meningkatkan risiko masalah jantung. Oleh karena itu, krimer ini harus selalu dihindari.


5. Sirup perasa

Tidak diragukan lagi bahwa sirup dengan rasa seperti vanila, hazelnut, karamel, dan lainnya, dapat membuat minuman kopi jauh lebih nikmat. Tapi sirup ini mengandung banyak gula yang membahayakan tubuh. Di samping itu, sirup dapat menyebabkan penambahan berat badan dan berbagai penyakit lainnya.


6. Kental manis

Kental manis adalah salah satu bahan paling tidak sehat yang biasanya ditambahkan ke kopi. Dua sendok makan kental manis saja sudah mengandung 22 gram gula dan 130 kalori. Jadi, daripada mencampurkan kental manis, cobalah susu murni tanpa gula.


Sumber :

https://republika.co.id/berita/qh4zq5414/6-campuran-kopi-yang-sebaiknya-dihindari

Related Posts