Thursday, August 20, 2020

Starbucks Konsep 'Grab And Go'

Starbucks Amerika Pakai Konsep 'Grab And Go' di Tengah Wabah Corona, Indonesia Bagaimana? 


Pelanggan Starbucks di Amerika dan Kanada sekarang ikut kebijakan baru yaitu konsep 'to go' dan tidak bisa duduk serta nongkrong di gerai Starbucks.

Beberapa gerai Starbucks akan ditutup sementara sebagai bagian dari serangkaian peraturan baru terkait selama wabah virus corona ( Covid-19 ). Tempat duduk tak disediakan di semua area kafe dan teras selama setidaknya dua minggu.

Melansir New York Post, Rossann Williams, wakil presiden eksekutif Starbucks dan presiden bisnis yang dioperasikan perusahaan A.S. dan Kanada, mengatakan hal tersebut di hari Minggu. Gerai-gerai tertentu di daerah dengan kemungkinan infeksi virus corona yang tinggi seperti di New York dan Seattle, akan ditutup sementara atau beroperasi pada jam tertentu saja.

Seorang juru bicara Starbucks tidak dapat memberi informasi spesifik  gerai mana saja yang tutup. Ia menyarankan pelanggan untuk memeriksa aplikasi Starbucks mereka untuk melihat gerai mana yang masih buka.

Gerai Starbucks di lokasi yang ramai termasuk di dalam mall atau di kampus perguruan tinggi, juga akan ditutup sementara. "Ini adalah waktu yang benar-benar belum dipetakan dan kami belajar bersama anda saat kami menavigasi Covid-19 bersama-sama," kata Williams dikutip dari New York Post.

Pada saat ini, pelanggan masih akan diizinkan untuk berjalan dan memesan di konter, melalui fitur "pesanan di depan" di aplikasi Starbucks. Lalu juga menggunakan drive-thru atau memesan dengan delivery. Lihat Foto Salah satu sudut di Starbucks Dewata Bali. Termasuk Starbucks terbesar se-Asia Tenggara yang mempunyai luas sekitar 2.000 meter persegi.

Starbucks mengatakan langkah baru ini terbukti efektif ketika diterapkan di China, di mana wabah virus corona pertama kali dimulai akhir tahun lalu. Foto yang menunjukkan bagaimana keadaan Starbucks yang tidak seperti biasa juga viral di media sosial.

Dari Business Insider, beberapa foto memperlihatkan bagaimana gerai Starbucks terlihat sepi dan kosong. Banyak gerai Starbucks di seluruh Amerika Serikat memposting foto gerai. Lalu mengumumkan keputusan untuk meniadakan tempat duduk.

Terlihat banyak kursi yang diangkat dan ruangan menjadi kosong. Starbucks di Indonesia sendiri juga menjalankan kebijakan baru. Kebijakan tersebut di antaranya membersihkan meja dan kursi di gerai setiap delapan menit sekali, sanitasi lebih menyeluruh setiap jamnya, dan menyediakan cairan sanitasi untuk tangan di setiap gerai.

"Kami menanggapi situasi tersebut dengan sungguh-sungguh. Kami sedang mempelajari langkah-langkah yang dijalankan oleh Starbucks China yang mungkin harus kami lakukan juga beberapa hari ke depan," kata Andrea ketika dihubungi Kompas.com, Senin (16/3/2020).


Sumber :
https://travel.kompas.com/read/2020/03/17/222900727/starbucks-amerika-pakai-konsep-grab-and-go-di-tengah-wabah-corona-indonesia?page=all#page2.

Orang Finlandia Minum Kopi Lebih Banyak

Mengapa Orang Finlandia Minum Kopi Lebih Banyak dari Orang di Negara Lain?

Saat mendengar kata Finlandia, mungkin orang-orang akan membayangkan rusa, sauna, dan aurora. Namun, ada satu hal yang sering kali terlewat dari negara Nordik ini, yaitu kopi. Faktanya, menurut Organisasi Kopi Internasional, orang-orang Finlandia mengonsumsi lebih banyak kopi dibanding orang-orang di negara lain, yaitu lebih dari 12 kg per orang per tahun.

Lantas, apa yang menyebabkan konsumsi kopi yang tinggi di negara ini? Peran penting dalam budaya Kopi merupakan minuman yang selalu ada setiap kali makan di Finlandia. Jika seseorang menawari Anda kopi di sana, menolaknya akan dianggap tidak sopan.

Kebanyakan orang meminum 5-8 cangkir kopi setiap harinya. "Kami minum kopi sepanjang waktu di mana-mana," kata seorang pelatih barista dan pakar kopi di Paulig Barista Institute, Ella Takalainen sebagaimana dikutip Insider, Rabu (19/8/2020).

Selain itu, juga akan dianggap tidak sopan apabila tidak ada kopi yang ditawarkan saat Anda berkunjung ke rumah, rapat, atau kantor seseorang.

Menurut Paulig Barista Institute, keistimewaan kopi di Finlandia juga terlihat pada sejumlah kata berbeda yang digunakan untuk menggambarkannya, seperti:

  • Aamukahvi (kopi pagi) 
  • Päiväkahvi (kopi siang hari) 
  • Iltakahvi (kopi malam) 
  • Saunakahvi (kopi sauna) 
  • Läksiäiskahvit" (kopi perpisahan) 
  • Mitalikahvit" (kopi medali, ketika orang Finlandia memenangkan medali olahraga) 
  • Matkakahvi" (kopi saat bepergian atau travelling) 
  • Vaalikahvit" (kopi pemilu, diminum setelah memberikan suara dalam pemilu).


Namun, di samping menjadi bagian besar dalam kehidupan sehari-hari, kopi juga berperan penting dalam sebuah perayaan. "Kopi selalu disajikan dalam segala perayaan atau acara spesial dan akan dianggap aneh jika tidak ada kopi. Bahkan dalam acara yang diadakan larut malam," kata Talakainen.

Pengaruh kondisi alam dan sejarah Ada banyak teori yang diduga menjadi alasan mengapa orang-orang Finlandia mengonsumsi begitu banyak kopi. Salah satu barista di Paulig Kulma mengatakan, hari yang gelap membuat orang-orang membutuhkan lebih banyak kafein untuk tetap terjaga. Finlandia memang diketahui memiliki waktu bersinar matahari yang pendek.

Pada Januari lalu, hanya ada sekitar 3,5 jam antara waktu matahari terbit hingga matahari kembali terbenam. "Finlandia berada di ujung paling ekstrem dari Eropa dan selama berbulan-bulan musim dingin, kita hanya bisa melihat sedikit sinar matahari sehingga orang mengatakan bahwa kita membutuhkan kafein untuk bertahan hidup," kata Talakainen.

Teori lain mengatakan bahwa alasan konsumsi kopi yang tinggi di Finlandia ini berhubungan dengan sejarah. Pada 1809, Finlandia menjadi wilayah otonom Rusia dan tidak memperoleh kemerdekaan hingga 1917.

"Dalam revolusi budaya, orang Finlandia merasa bahwa mereka lebih suka menjadi negara Barat daripada menjadi bagian dari budaya Timur," jelas Takalainen. "Secara tradisional, Rusia sangat menyukai minuman teh. Jadi, orang Finlandia memilih untuk minum kopi," lanjutnya.

Kualitas dan keberlanjutan Di Finlandia, meminum kopi yang disangrai ringan merupakan hal yang normal, tetapi espresso dan minuman susu dianggap mewah atau istimewa. "Secara tradisional, orang-orang Finlandia menyukai kopi yang disangrai ringan," kata Rakalainen.

Bagi orang-orang Finlandia, meminum kopi yang berkelanjutan atau bersifat sustainable juga menjadi prioritas kebanyakan. "Prioritas ini mendorong para roaster kopi untuk menjadi sangat transparan tentang sumber, bahan, dan cara kerja mereka," sambungnya.

Hasilnya, para penyedia kopi berupaya untuk membawa kualitas yang tinggi dan memastikan kepada para konsumen bahwa kopi yang disajikan enak dan tidak berasal dari proses yang merugikan atau salah.

Di Finlandia, sulit pula ditemukan merek-merek kopi yang dikenal di kebanyakan negara Eropa.  Namun, ada banyak kafe independen dan jaringan restoran di Finlandia.  Sebagai negara yang secara resmi dinilai paling bahagia di dunia selama beberapa tahun berturut-turut, mungkinkah kopi menjadi salah satu penyebabnya?


Sumber :
https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/19/212915765/mengapa-orang-finlandia-minum-kopi-lebih-banyak-dari-orang-di-negara-lain?page=all.

Related Posts