Monday, December 14, 2020

Dari Gunung Malabar, Kopi Indonesia Mendunia

Oleh Yuliawati 15 Desember 2019

Untuk menjaga kualitas kopi Malabar, Slamet Prayoga menghindari pencampuran dengan jenis lainnya. 

Dari pegunungan Malabar, Pengalengan, Jawa Barat dengan ketinggian 1800 meter di atas permukaan laut, kopi asal Indonesia mendunia. Kopi Pengalengan yang terkenal dengan sebutan Java Preanger diakui secara internasional sebagai specialty coffee atau kopi arabika dengan kualitas tinggi. 

Pada ajang Specialty Coffee Association of America Expo, tiga tahun lalu, empat penghargaan kopi spesial berasal dari Pengalengan. Salah satu yang mendapat penghargaan adalah Malabar Honey, hasil produksi perkebunan Slamet Prayoga. 

Kopi ini mendapatkan skor uji standar caswells coffee 84 dengan ukuran minimal 80 sebagai kopi spesial. Penghargaan bergengsi lainnya yang pernah diterima kopi dari perkebunan Yoga -– nama panggilan Slamet Prayoga- yakni Malabar Natural untuk juara kopi filter MICE Melbourne di Australia. 

Keunikan kopi dari kebun Yoga yakni varian rasa buah-buahan. Malabar Honey memiliki ragam cita rasa seperti vanila, jeruk nipis, sirup maple, sedikit floral. Sedangkan Malabar Natural mempunya rasa nangka dan pisang. 

Yoga menghasilkan kopi yang berkualitas dengan standard internasional dimulai tanpa pengetahuan dan pengalaman bercocok tanam kopi. 

“Ketika itu minum kopi saja tidak pernah,” ujarnya.   

Keberhasilan Yoga bermula dari pemilihan lokasi perkebunan yang tepat. Pengalengan merupakan tempat pengembangan perkebunan kopi besar-besaran masa Belanda. Pada 1707, Gubernur Jenderal Belanda Joan van Hoorn memerintahkan para Bupati di kawasan Bandung, Jawa Barat, waktu itu bernama Priangan untuk mengembangkan perkebunan kopi. 

Pemilihan Priangan, pusat dari Jawa Barat bukan karena dekat dengan Batavia, juga karena tofografi dan iklim yang cocok dengan tanaman kopi. Di situlah asal, mula penanaman kopi besar-besaran dimulai. 

Daerah di pegunungan Malabar yang berada di sebelah selatan Jawa Barat, menjadi sentra produser kopi yang penting. Malabar punya empat puncak yakni Malabar, Mega, Puntang dan Haruman. Malabar memiliki nama yang hampir sama dengan asal bibit kopi yakni daeri kawasan Malabar, India. 

Kopi Malabar asal Jawa Barat ini terkenal ketika itu dengan sebutan A Cup of Java. Keberhasilan perkebunan kopi dari Jawa Barat ini membuat penyebarannya semakin meluas di seantero Nusantara. Kopi pun disebarkan ke beberapa daerah lain, seperti Bali, Timor-Timur, Sulawesi dan Sumatra. 

Kini Sumatra menjadi lumbung kopi sebanyak 514 ribu ton atau sekitar 71% produksi kopi nasional dihasilkan dari pulau yang memiliki nama lain Swarnadwipa ini. Berikut Databoks:   Menjaga Kualitas Kopi Malabar Setelah bekerja puluhan tahun di perkebunan sawit, Yoga memilih berhenti dari pekerjaanya di usia 50 tahun. 

Dia mengejar impiannya menjadi seorang petani. Selama dua tahun dia sempat bergonta ganti menjajal berbagai tanaman hingga bertemu dengan kopi.  Berbekal informasi secuil mengenai kopi Pengalengan, dia mendatangi daerah tersebut mengandalkan Googlemaps. 

“Sampai di sana seharian saya nongkrong sama tukang ojek, mengobrol tentang kopi. Hingga akhirnya berpikir ini yang saya cari,” kata Yoga yang merupakan sarjana ilmu pertanian dari Universitas Mulawarman, Kalimantan. 

Yoga kemudian menetap sementara untuk mempelajari prospek perkebunan kopi di kawasan Pengalengan selama sebulan. Setelah yakin, dia pun menjalin kerja sama dengan Perhutani menggarap lahan perkebunan kopi sekitar 20 hektare pada 2012. 

Yoga membangun perusahaan PT Sinar Mayang Lestari dengan merk dagang Malabar Mountain Coffee. Yoga memulai bisnisnya dengan modal sekitar Rp 10 miliar-15 miliar. Dia menganggap modal saja tak cukup sehingga dia pun tekun mempelajari cara budidaya, sistem perawatan, dan cara berbisnis yang efektif. Banyak hal yang Yoga pelajari dari membangun perkebunan kopi. 

Dia memberikan perlakuan khusus sehingga perkebunan kopinya mampu berbuah banyak dan produktif. Secara rutin Yoga melakukan pemupukan yang teratur, pemangkasan dahan-dahan pohon yang mati dan tidak produktif, serta perawatan tanah di sekitar tanaman. 

Proses memangkas ranting dan daun agar tak terlalu rimbun ini penting. Tujuannya agar tanaman kopi tetap mendapatkan sinar matahari sehingga batang pohon terhindar dari serangan jamur atau virus yang merusak tanaman. Yoga pun memperhatikan betul saat panen. 

Dia melarang anak buahnya memetik buah yang masih hijau. Kopi yang benar-benar matang berwarna merah atau ceri yang hanya diperbolehkan dipetik. Setelah pemetikan, ceri ini kemudian dijemur di bawah sinar matahari. 

Proses selanjutnya yang menjadi perhatian Yoga yakni penyortiran. Dia menyortir kopinya berulang kali melalui mesin maupun sortir manual. Untuk sortir manual, Yoga mempekerjakan warga kampung untuk menyortir dengan mengupas kulit ceri (pulper), maupun mengupas kulit gabahnya (huller). 

Penyortiran ini untuk memilih biji kopi yang terbaik untuk kemudian disangrai dan digiling. Setelah mengelola perkebunan selama tujuh tahun, lahan perkebunan yang dikelola Yoga mencapai 100 hektar dengan lebih dari 230.000 pohon kopi arabika. 

Produksi kopi pun terus meningkat, awal membuka lahan perkebunan jumlahnya 4-5 ton per tahun, kini panen kopi Malabar Mountain dapat mencapai 30-35 ton per tahunnya. Pembelinya kopi Malabar Mountain datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari di pulau Jawa yakni Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cirebon, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali. 

Selain pulau-pulau lain di luar Jawa seperti Kalimantan dan Sumatra. Permintaan datang juga dari mancanegara seperti Tiongkok, Australia, dan Amerika. Untuk masalah pengiriman ke luar negeri tersebut, Yoga hanya menyerahkan kopi tanpa terlibat proses perizinan. 

Mayoritas pembeli memesan roasted bean yang siap olah, namun ada juga yang memesan green bean. Sekali pesan para pembelinya memesan 5-10 karung yang berisi 60 kilogram biji kopi per karung, bahkan ada yang memesan dalam hitungan ton. 

Biasanya sejak awal tahun Yoga membuka tawaran pesanan kopi sejak awal tahun. Setelah proses booking, Yoga kemudian menghitung jumlah produksi kopi yang harus dipenuhi sepanjang tahun. Dia akan menutup pemesanan apabila melebihi kapasitas produksinya. 

Sering kali Yoga terpaksa tak memenuhi pesanan para pelanggannya karena produksi tanaman kopinya meleset. Yoga menganggapnya wajar karena tanaman kopi kerap tak dapat dipastikan jumlah panennya. Bagi Yoga, hal yang utama yang harus dia jaga selama berbisnis kopi yakni menjaga kualitas kopi Malabar Mountain. 

Sehingga dia tak akan pernah mencampur kopi produksinya dengan jenis lain demi memenuhi pesanan. "Konsistensi kualitas itu kunci kopi Malabar Mountain hingga bertahun-tahun, sehingga kopinya terus berada di grade specialty, dan orang terus tetap menanti kopi ini,” kata Yoga.


Sumber :

https://katadata.co.id/yuliawati/berita/5e9a4c493a08a/dari-gunung-malabar-kopi-indonesia-mendunia

Saturday, December 12, 2020

Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula

Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula Dan Susu Untuk Kesehatan

Salah satu minuman yang paling nikmat saat sarapan pagi adalah kopi. Secangkir kopi bisa memberikan semangat dan energi baru bila diminum pada pagi hari. Tidak hanya itu, kopi juga memiliki banyak manfaat lain untuk kesehatan, terutama bila Anda memilih kopi tanpa gula dan susu. Melansir dari Times Of India, berikut ini beberapa manfaat minum kopi tanpa gula dan susu setiap hari. 


1. Meningkatkan memori

Minum kopi hitam alias kopi tanpa gula dan susu ternyata bisa membantu meningkatkan fungsi otak. Kopi dapat membuat daya memori semakin kuat, serta mencegah demensia. Sebuah studi menemukan bila mengonsumsi kopi hitam secara teratur, maka bisa mengurangi risiko dari penyakit alzheimer hingga 65% dan penyakit parkinson hingga 60%.


2. Meningkatkan kinerja selama olaharga

Kopi hitam juga bisa meningkatkan kinerja fisik dan membantu mempersiapkan tubuh untuk aktivitas fisik yang intens. Selain itu, kopi dapat memecah lemak tubuh yang tersimpan dan melepaskan sel-sel lemak ke aliran darah dalam bentuk asam lemak bebas, yang bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk aktivitas fisik yang berat.


3. Meningkatkan kinerja liver

Kopi juga bisa membantu mengurangi risiko penyakit kanker hati, hepatitis, penyakit hati berlemak, dan sirosis alkoholik. Seseorang yang minum 4 cangkir atau lebih kopi hitam setiap hari memiliki 80 persen lebih rendah terkena penyakit hati. Selain itu, kopi juga bisa menurunkan tingkat enzim hati yang berbahaya di dalam darah.


4. Meningkatkan kecerdasan

Kopi juga memiliki stimulan psikoaktif yang bisa bereaksi dengan tubuh, yaitu utnuk meningkatkan energi, suasana hati, dan juga bisa membuat Anda jadi lebih pintar


5.Membersihkan perut

Kopi memiliki sifat diuretic, yang membuat Anda jadi ingin buang air kecil. Inilah yang dapat membantu mengeluarkan racun dan bakteri dalam tubuh. Untuk itulah, disarankan buat minum kopi hitam tanpa gula agar bisa membersihkan perut.

 

6.Membantu menurunkan berat badan

Kopi hitam juga bisa membantu menurunkan berat badan, terutama bila Anda lanjutkan dengan olahraga. Kopi hitam bisa meningkatkan metabolisme sekitar 50 persen, serta membakar lemak di perut.


7. Meningkatkan antioksidan

Kopi hitam juga bisa sebagai pembangkit tenaga antioksidan. Kopi hitam mengandung vitamin B2, B3, B5, manga, kalium, dan magnesium.


8.Meningkatkan kesehatan jantung

Minum kopi tanpa gula dan susu secara rutin bisa meningkatkan tekanan darah. Bila minum 1-2 cangkir kopi hitam, maka bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke. Kopi hitam juga bisa mengurangi tingkat peradangan dalam tubuh.


9. Membuat Anda lebih bahagia

Ternyata, minum kopi hitam juga bisa meningkatkan mood dan dapat membaut Anda lebih bahagia. Kopi juga bisa menjadi salah satu solusi untuk melawan depresi, stres, dan meningkatkan mood. Soalnya, kopi dapat merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan produksi dopamin, serotonin, dan noradrenalin, yang penting dalam meningkatkan suasana hati.


10. Mengurangi risiko asam urat

Penelitian menunjukkan orang yang minum kopi hitam secara rutin memiliki 57 persen penurunan asam urat. Hal ini terjadi karena kandungan antioksidan dalam kopi dapat mengurangi pengemabangan asam urat dengan menurunkan tingkat insulin dan asam urat dalam tubuh.


Sumber :

https://womantalk.com/health/articles/manfaat-minum-kopi-tanpa-gula-dan-susu-untuk-kesehatan-yB70v

Tuesday, September 29, 2020

Tips Menyeduh Kopi ala Kafe

3 Tips Menyeduh Kopi ala Kafe yang Enak di Rumah

Kopi merupakan minuman yang tak kenal zaman, selalu hits dari dulu sampai sekarang. Banyak orang yang datang ke kafe untuk minum kopi yang nikmat.

Padahal, Bunda dapat menyeduh sendiri kopi ala kafe yang enak di rumah. Asal caranya tepat, kopi yang dibuat di rumah juga bisa terasa nikmat kok.

Dikutip dari Good Housekeeping, ini 3 tips menyeduh kopi ala kafe:


1. French press

French press merupakan salah satu cara yang paling klasik dan mudah untuk menyeduh kopi. Bunda membutuhkan teko bernama coffee plunger untuk membuat kopi dengan teknik ini.

Cara membuat kopi dengan teknik ini, pertama tuang kopi bubuk yang masih kasar ke dalam teko. Kemudian, isi dengan air mendidih, aduk.

Tunggu selama 4 menit. Tutup dan tekan plunger secara perlahan untuk memisahkan ampas kopi.

Segera sajikan karena kalau terlalu lama berada di dalam plunger, rasanya semakin pahit. Dengan cara ini, Bunda hanya memerlukan waktu 4 menit untuk membuat kopi.


2. Pour Over

Pour over merupakan cara tertua untuk menyeduh kopi. Bunda hanya membutuhkan air panas dan filter supaya ampas kopi tersaring.

Tempatkan filter di atas cangkir atau teko. Siram filter dengan air panas untuk menghilangkan bau kertas.

Masukkan bubuk kopi ke dalam filter. Tuang sedikit air mendidih, diamkan selama 30 detik supaya kopi larut.

Siram lagi dengan air mendidih dengan gerakan melingkar. Basahi semua bubuk kopi sampai merata.

Cara ini cocok untuk bubuk kopi yang halus. Bunda hanya butuh waktu 3 sampai 4 menit untuk membuat kopi.


3. Cold brew

Cold brew dibuat dengan cara merendam kopi bubuk kasar dengan air dingin atau bersuhu ruangan. Tapi, cara ini membutuhkan waktu yang sangat lama, yaitu 12 jam.

Teknik cold brew menghasilkan kopi yang terkonsentrasi. Biasanya, ini disajikan dengan tambahan air atau susu.

Caranya, masukkan kopi bubuk kasar ke dalam botol. Tambahkan air, lalu aduk rata.

Simpan larutan kopi di dalam lemari es atau suhu ruangan. Biarkan selama 12 jam.

Setelah 12 jam, saring menggunakan saringan jaring yang dilapisi dengan filter kopi. Simpan lagi di kulkas.


Sumber :

https://www.haibunda.com/moms-life/20200924140430-76-163566/3-tips-menyeduh-kopi-ala-kafe-yang-enak-di-rumah

Monday, September 28, 2020

Campuran Kopi yang Sebaiknya Dihindari

6 Campuran Kopi yang Sebaiknya Dihindari


Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Secangkir kopi hangat bertemankan camilan gurih lain menjadi kenikmatan yang dicari orang seharian.

Kopi dapat disiapkan dan disajikan dalam berbagai cara, seperti espresso, France press coffee, caffe latte, atau kopi kaleng yang siap saji. Kopi juga memiliki sejumlah manfaat dalam kesehatan. Kopi dapat membantu kita merasa lebih berenergi, membakar lemak, dan meningkatkan kinerja fisik.

Kopi juga dapat menurunkan risiko beberapa penyakit, seperti diabetes tipe 2, kanker, Alzheimer, dan Parkinson. Faktanya, kopi bahkan dapat meningkatkan umur panjang. Karena kopi memiliki banyak manfaat, penting untuk menjaga kualitasnya.

Cara menjaga kualitas kopi pun bisa dilakukan melalui berbagai cara, dimulai dengan menghindari beberapa campuran yang umumnya ditambahkan ke dalam kopi. Berikut adalah enam hal yang tidak boleh ditambahkan ke dalam kopi, seperti dilansir Times of India.


1. Pemanis buatan

Pemanis buatan seperti sakarin, sukralosa, dan aspartam, secara signifikan memengaruhi bakteri usus di saluran pencernaan dan dapat menyebabkan intoleransi glukosa dalam jangka panjang. Ini membuat orang berisiko terkena diabetes tipe 2, selain juga bisa menyebabkan masalah perut.


2. Krimer berperisa

Krimer berperisa, sarat dengan gula dan aditif yang menyebabkan peningkatan kadar kolesterol. Selain itu, krimer juga dapat merusak sistem pencernaan. Sebaiknya, gunakan susu biasa dalam kopi sebagai pengganti krimer berperisa.


3. Gula tebu

Jika ditambahkan dalam jumlah yang terkontrol, gula tebu tidak memiliki efek berbahaya. Tetapi, banyak orang cenderung menggunakannya dalam jumlah berlebihan hingga dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti meningkatkan risiko diabetes, obesitas, dan masalah jantung.


4. Krimer instan

Krimer instan pastinya mengandung minyak, gula, dan pengental. Lebih buruk lagi, minyaknya adalah jenis terhidrogenasi parsial. Krimer instan dikemas dengan pengawet seperti natrium fosfat yang meningkatkan risiko masalah jantung. Oleh karena itu, krimer ini harus selalu dihindari.


5. Sirup perasa

Tidak diragukan lagi bahwa sirup dengan rasa seperti vanila, hazelnut, karamel, dan lainnya, dapat membuat minuman kopi jauh lebih nikmat. Tapi sirup ini mengandung banyak gula yang membahayakan tubuh. Di samping itu, sirup dapat menyebabkan penambahan berat badan dan berbagai penyakit lainnya.


6. Kental manis

Kental manis adalah salah satu bahan paling tidak sehat yang biasanya ditambahkan ke kopi. Dua sendok makan kental manis saja sudah mengandung 22 gram gula dan 130 kalori. Jadi, daripada mencampurkan kental manis, cobalah susu murni tanpa gula.


Sumber :

https://republika.co.id/berita/qh4zq5414/6-campuran-kopi-yang-sebaiknya-dihindari

Tuesday, September 22, 2020

Air yang Tepat untuk Menyeduh Kopi


Untuk membuat kopi yang enak, kita membutuhkan biji kopi yang berkualitas, ukuran penggilangan yang benar, dan teknik penyeduhan yang tepat. Tapi ada unsur yang lebih penting lagi, namun sering diabaikan: air.

Menurut Christoper Hendon, ahli kimia dari MIT, dalam bukunya "Water for Coffee", air akan sangat mempengaruhi cita rasa kopi yang kita buat.

Air bisa menjadi ‘hard’ (penuh dengan mineral seperti magnesium) atau ‘soft’ seperti air sulingan. 

Beberapa senyawa dalam air secara khusus mengambil senyawa tertentu dalam kopi saat mereka bertemu di alat penyeduh. Misalnya Magnesium sangat lengket, sehingga air yang mengandung magnesium tinggi akan membuat kopi memiliki rasa lebih kuat. Air berunsur mineral juga dapat menyebabkan kopi mengeluarkan rasanya.

Nah, karena pemilihan air sangat penting dala pembuatan kopi, baru-baru ini Aqua mengemas air mineral khusus dalam botol Reflections, yang disebut sangat cocok untuk membuat kopi. Reflections botol edisi khusus ini merupakan kerjasama antara Aqua dengan Starbucks.

Adapun desain botol berukuran 380 ml ini dirancang oleh rumah fesyen kontemporer Indonesia, Purana, yang terinspirasi dari keindahan ragam flora di Indonesia.

Menurut Aqua, air dalam botol ini diambil dari satu sumber yang terlindungi ekosistemnya, dan kemurnian airnya tersaring secara alami melalui bebatuan vulkanik, sehingga menyatu dengan mineral alami yang baik bagi tubuh sekalgus memberi citarasa pada kopi.


Ramah Lingkungan

Aqua ReflectionsAqua Aqua ReflectionsPemilihan botol kaca untuk produk ini juga merupakan salah satu kelanjutan dari gerakan “Greener Nusantara” yang diinisiasi oleh Starbucks sejak 2018, yaitu sebuah pendekatan untuk menjaga keberlanjutan, dengan penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan.

“Kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap keberlanjutan lingkungan, karena penggunaan kemasan botol kaca ini akan mengurangi lebih dari 1 juta botol plastik setiap tahunnya," ujar Andrea Siahaan, Senior General Manager, Corporate PR and Communications, PT Sari Coffee Indonesia, pemegang lisensi resmi Starbucks di Indonesia.

Bila diamati lebih dekat, setiap elemen dalam desain botol kaca bertema “Rekah” ini terinspirasi dari flora endemik Indonesia.

Terdapat bunga Rafflesia Padma yang dikenal sebagai salah satu bunga langka, anggrek bulan yang memesona, serta bunga Kenanga dan bunga Cempaka yang masing-masing terdapat pada lambang dua provinsi produsen kopi di Indonesia, Sumatera Utara dan Jawa Tengah.

Isen-isen batik juga turut ditampilkan sebagai ornamen penghias bunga, yaitu motif Rambutan, Cecek, dan Gringsing.

Menurut Nonita Respati, desainer Purana, ‘Rekah’ juga menampilkan berbagai elemen yang menggambarkan ciri khas kolaborasi ini, yaitu air dan kopi.

“Penempatan jantung pisang pada desain merepresentasikan pesan bagaimana semua bagian pohon pisang dapat memberi manfaat bagi makhluk hidup lainnya, seperti halnya air yang merupakan sumber utama kehidupan,” ujar Nonita.

Desain yang menggambarkan pentingnya air ini sejalan dengan harapan Aqua yang ingin menjaga dan merawat sumber air.

Brand Director Aqua, Intan Kartika, menyebutkan. “Kami berharap, para pecinta kopi tidak hanya dapat mengonsumsi air mineral berkualitas tinggi sebagai padanan yang tepat setelah menikmati kopi mereka, namun juga dapat mengapresiasi karya desainer yang mengangkat kearifan lokal sembari menerapkan gaya hidup berkelanjutan.”


Sumber :

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/09/21/050500820/air-yang-tepat-untuk-menyeduh-kopi?page=all

Sunday, September 20, 2020

Manfaat Minum Kopi di Pagi Hari

3 Manfaat Minum Kopi di Pagi Hari



Bagi penggemar beratnya, minum kopi di pagi hari ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi memberikan banyak manfaat, tapi di sisi lain juga berisiko memicu berbagai keluhan.

Pada akhirnya, yang menentukan adalah takaran. Umumnya, kopi akan memberikan efek samping jika dikonsumsi terlalu sering dan berlebihan. Ini berlaku pada penggemar kopi sekalipun.

Takaran yang dimaksud bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung sensitivitas masing-masing. Ada yang secangkir saja sudah bikin jantung berdebar-debar, tetapi ada juga yang sampai 3 cangkir masih biasa saja.

Nah, berikut ini beberapa manfaat kopi setiap hari, seperti dirangkum dari berbagai sumber:

1. Menurunkan risiko penyakit kronis

Dikutip dari The Healthy, minum tiga sampai lima gelas kopi setiap hari bisa menurunkan risiko penyakit kanker, diabetes tipe 2, penyakit parkinson (kerusakan atau kematian sel saraf di bagian otak), demensia (penurunan daya ingat), dan penyakit hati.

Beberapa ahli mengatakan minum kopi sebagai resep panjang umur alami. Namun, perlu diingat jenis kopi yang sehat adalah kopi hitam tanpa krim, susu, dan gula.


2. Memperbaiki suasana hati

Kandungan kafein dalam kopi bisa meningkatkan konsentrasi, kewaspadaaan, memperbaiki daya ingat, serta meningkatkan suasana hati. Sebuah studi di Harvard's School of Public Health pada 2013, melaporkan efek kafein bisa meningkatkan suasana hati sehingga menurunkan risiko depresi dan bunuh diri.


3. Meningkatkan performa olahraga

Kafein alami dalam kopi bisa meningkatkan kinerja fisik, terutama saat olahraga jenis aerobik atau ketahanan. Jumlah kafein yang disarankan untuk meningkatkan performa olahraga adalah 2-6 miligram kafein per kilogram berat badan.


Sumber :

https://health.detik.com/diet/d-5181117/3-manfaat-minum-kopi-di-pagi-hari

Sunday, September 6, 2020

Efek Minum Kopi saat Perut Kosong

Ini efek minum kopi saat perut kosong, penggemar kopi wajib tahu


Minum kopi memang memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, seseorang yang minum kopi disaat perut kosong akan menciptakan rasa gelisah dan hal lainnya. Kopi telah menjadi minuman primadona yang dikonsumsi banyak orang hampir setiap hari.

Minuman berkafein ini memang memiliki berjuta manfaat, seperti mencegah kerusakan DNA. Meski demikian, Anda tak bisa mengonsumsi kopi dengan sembarangan.

“Minum kopi dengan perut kosong, atau pagi-pagi sekali sebelum sarapan, dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh Anda," ucap pakar kesehatan Dr Nikola Djordjevic.

Saat terbangun dari tidur, tubuh mulai melepaskan kortisol, hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur respons kekebalan tubuh, metabolisme, dan respons stres. Jika tubuh mendapat asupan kafein ketika kortisol berada di puncaknya, justru akan membuat tubuh semakin stres.

Dalam studi yang mengevaluasi preferensi minuman berkafein di kalangan mahasiswa kedokteran, menunjukan 25% mahasiswa minum kopi di pagi hari dengan perut kosong. Akibatnya, perserta riset berisiko mengalami peningkatan perubahan suasana hati dan kemungkinan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mereka.

Risiko ini terjadi karena kopi merangsang asam di perut dan membuat kondisi perut menjadi asam.

“Minum kopi dengan perut kosong dapat memperbesar efek stimulasi ini, karena tidak ada yang dapat menyaingi penyerapan,” kata Dr. Jamie Long, psikolog klinis berlisensi.

Dengan demikian, perut akan menghasilkan asam lambung yang tinggi. Karena kopi dapat meningkatkan asam lambung, ini akan merangsang mulas dan bahkan menyebabkan sakit pada lapisan esofagus, lambung, atau usus kecil.

Selain mempengaruhi kondisi fisik, minum kopi saat perut kosong juga berefek pada mental. "Kelebihan produksi asam dalam perut dapat menyebabkan perubahan suasana hati, gugup, gemetar, dan gejala penarikan lainnya," kata Djordjevic.

Selain itu, Djordjevic mengatakan ada penelitian yang menghubungkan asam lambung dengan kecemasan dan depresi.

“Terutama ketika (kopi) dikonsumsi dalam jumlah besar, penelitian telah membuktikan kafein menyebabkan gejala kecemasan dan bahkan serangan panik," ucap dia.

Menurutnya, gejala tersebut bisa berupa gelisah, gemetaran, muka memerah, dan detak jantung yang semakin cepat, ”kata Long. "Dan jika Anda sudah cenderung mengalami kecemasan, Anda bahkan lebih rentan terhadap efek kopi," tambahnya.


Sumber :
https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-efek-minum-kopi-saat-perut-kosong-penggemar-kopi-wajib-tahu

Thursday, September 3, 2020

Sustainable Coffee Packaging

How Sustainable Is Your Coffee Packaging?

Sustainability is a hot topic in both the specialty coffee and packaging industries. In 2018, the UN predicted that if consumption and waste management don’t change, the world will be home to some 12 billion tonnes of plastic waste by 2050.

Coffee businesses around the world have been focusing on creating a more sustainable, circular economy. They do this by adding value to products and materials they use. They have also made progress replacing disposable packaging with “greener” solutions.

We know that single-use packaging poses a threat to the global ecosystem. However, there are ways to minimise the use of single-use packaging. These include to avoiding fuel-based materials and recycling the packaging that is already in circulation.

To learn more about what makes coffee packaging sustainable, I spoke with Mark Zhou, the founder and President of MTPak Coffee.


What Is Sustainable Packaging?

Packaging accounts for around 3% of the coffee supply chain’s total carbon footprint. If plastic packaging isn’t properly sourced, produced, transported, and discarded, it can be detrimental for the environment. To be truly “green”, packaging must do more than simply be recyclable or reusable – its entire life needs to be sustainable.

The global increase in the impact of packaging and plastic waste on the environment means there has been extensive research into greener alternatives. For now, the focus is on using renewable raw materials, lowering the carbon footprint through production, and safely repurposing materials at the end of the product’s life.

Packaging is generally defined as being either rigid or flexible. Flexible packaging includes bags, pouches, and sleeves, whereas rigid packaging includes fixed boxes, pallets, and crates, for example.

While rigid packaging can offer more support and protection, flexible packaging is generally more sustainable. Because fewer raw materials are used to create flexible packaging, it has a lower carbon and water footprint, and ultimately contributes much less to landfill. Flexible Packaging Europe estimates that while flexible packaging only contributes to 10% of all packaging materials used on the continent, it packs more than 40% of items.

Most coffee bags offered by specialty roasters are made from flexible packaging. So, what more can roasters do to make their packaging more sustainable?


Keeping Your Coffee Safe, Sustainably

Quality coffee packaging should protect the beans contained within for at least 12 months (even though coffee should preferably be consumed long before that).

As coffee beans are porous, they absorb moisture quickly. When storing coffee, you should keep it as dry as possible. If your beans absorb moisture, the quality of your cup will suffer as a result.

As well as moisture, you should also keep coffee beans in airtight packaging that protects them from sunlight. Packaging should also be strong and abrasion-resistant.

So how can you make sure your packaging meets all these conditions while being as sustainable as possible?


Multilayered Coffee Packaging

Multilayer structures are more effective at protecting coffee beans than single-layer structures. One single layer of material doesn’t usually provide the necessary strength, so flexible packaging tends to have a minimum of two layers. “Our newest line of fully recyclable coffee bags has one layer of low-density polyethylene (LDPE) and one of ethylene vinyl alcohol (EVOH) that functions as a barrier against oxygen,” Mark explains.

However, multilayer structures can make things confusing – especially for the end-user. When there are two different materials in the same packaging, often they will have to be separated for correct recycling and disposal. A common example is an aluminum foil inside a polyethylene (PE) bag.

The adhesive between the two materials can make them hard to separate and process. This affects how they are collected and recycled. In some cases, it might mean that they end up going to landfill or have to be incinerated.

When choosing multilayer coffee packaging, it’s important to make sure that all components are fully biodegradable, compostable, or recyclable. Mark stresses that this doesn’t apply only to the layers, but also the inks and labels.

While inks and labels need to effectively stick to the packaging itself, they can also contaminate the wastestream. Mark tells me that MTPak uses “water-based printing inks and coatings, with low volatile organic compounds (VOC)”, which are “compostable and easily removed during the recycling process”.


Which Materials Should You Use?

Two of the most popular “green” materials used to make coffee bags are unbleached kraft and rice paper. These organic alternatives are made from wood pulp, tree bark, or bamboo.

While these materials alone can be biodegradable and compostable, bear in mind that they will need a second, inner layer to protect the beans. This is usually made of plastic.

Plastic-coated paper can be recycled, but only in facilities that have the right equipment. You can check with recycling and processing facilities in your area and ask them if they accept these materials.


Recyclable, Biodegradable & Compostable Coffee Pouches

Many packaging companies are investing a lot of time and money into researching biodegradable packaging. Options that are being considered include cornstarch, sugarcane, cellulose, and wood pulp, as well as various other forms of organic matter.

However, 100% biodegradable or compostable packaging options just aren’t available yet. Only around 60% of the material used to make these coffee bags will break down. The remaining 40% consists of non-biodegradable layers, degassing valves, and sealing systems, which need to be removed and separately placed in the corresponding bin.

“The industry is not there yet,” Mark explains. “The more environmentally friendly options on the market for roasted coffee beans might still be unavailable in certain regions, or they don’t provide sufficient protection for transport and long-term storage.”

Even then, in order for packaging to decompose successfully and quickly, specific conditions need to be met. Juliet Philips, an ocean campaigner at UK-based NGO Environmental Investigation Agency says that if a biodegradable package gets into a water stream, “it could pose just as much of a problem to marine life as a conventional plastic cup”.

Compostable materials also face similar issues. Your home compost heap might not contain the necessary microbes to break materials in coffee bags down to their organic components, and even if it does, you need to make sure you’re using the right equipment.

In some cases, recycling is actually much better for the environment than composting. For example, if recycled, the components of a coffee bag have the possibility to become very useful in different industries. Low-density polyethylene – the kind used in MTPak bags – can often be repurposed as trash bags, films for construction and agriculture, furniture, and more.


What’s The Best Option?
So, which eco-friendly packaging is best for you? 

Well, it comes down to two things: your needs and the waste management capabilities you have available. If the facility you would use to process a certain material is far away, for example, the long transport time will cause your carbon footprint to increase. In this case, it might be better to choose materials which can be safely processed in your area.

“More eco-friendly pouches with fewer protective barriers might not be a problem when you sell freshly roasted coffee to end-users or coffee shops, provided they consume it quickly or store it in a more protective container.” Mark says. “But if your roasted beans will travel a long way or sit on shelves for some time, consider how much protection they’ll require.”   

A fully recyclable pouch can be a great way of minimising your environmental impact. Alternatively, you can look for a bag that combines both biodegradable and recyclable materials. However, in this case, you should always make sure that the individual materials can be separated.

Furthermore, no matter which sustainable packaging option you choose, make sure you communicate it to your customers. It’s important that your business is perceived as sustainable. Tell your customers what to do with the empty coffee bag and offer them solutions. Companies like The Coffee Factory, for example, provide information about their bags’ recyclability and compostability on their website.


Packaging is essential for keeping your coffee safe in its journey from roastery to cup. It allows for safe transport, preserves flavours and aromas, prolongs shelf life, and, if processed correctly, reduces waste. There’s no doubt that researchers and packaging manufacturers will keep improving solutions with the aim of offering 100% sustainable coffee bags.

Mark tells me that “the goal is to follow the ‘cradle-to-cradle’ approach, rather than the ‘cradle-to-grave’”. In the meantime, however, roasters, coffee shops, and consumers can all play a role in minimising the environmental impact of their coffee drinking.

So, when speaking with your packaging supplier, ask them about the materials used for the structure, zippers, inks, labels, and degassing valves. Consult your local waste management facilities, too, and make sure you tell your customers how to correctly dispose of your bags. By raising awareness and making it easier for them, there’s a higher chance that your coffee packaging will enter the correct waste stream and be processed sustainably.


Sumber :
https://perfectdailygrind.com/2020/09/how-sustainable-is-your-coffee-packaging-mtpak/

Tuesday, September 1, 2020

Efek Minum Kopi untuk Jantung

Ini efek minum kopi untuk kesehatan jantung


Minum kopi sudah menjadi kebiasaan untuk sebagian orang. Rupanya minum kopi memberikan efek untuk kesehatan jantung loh. Kopi merupakan minuman berkafein yang banyak disukai orang. Sayangnya, banyak orang merasa gugup atau mengalami percepatan detak jantung setelah mengonsumsi kopi.

Melansir laman Heart Foundation, kafein merupakan stimulan alami. Itu sebabnya, banyak orang yang merasa waspada dan konsentrasi meningkat usai mengonsumsi kopi.  Namun, kopi bisa juga menimbulkan efek samping salah satunya peningkatan denyut jantung.


Efek kopi pada detak jantung 

Salah satu efek negatif kopi adalah memicu peningkatan detak jantung. Hal ini juga bisa menyebabkan fibrilasi atrium atau perubahan irama detak jantung. Hal ini terjadi karena kafein dalam kopi bisa memicu pelepasan hormon norepinefrin yang menghasilkan efek stimulasi mirip adrenalin.

Selain itu, kafein juga bisa meningkatkan jumlah kalsium dalam sel-sel jantung yang turut mempengaruhi aktivitas pemompaan jantung.

Namun, hingga saat ini belum ada riset ilmiah yang membuktikan konsumsi kopi bisa memicu risiko penyakit jantung. Meski demikian, orang yang memiliki kondisi jantung abnormal atau tekanan darah tinggi tidak boleh mengonsumsi kafein berlebihan.


Manfaat kopi untuk jantung 

Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, kopi bisa memberikan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk untuk kesehatan jantung kita.

Hal tersebut telah dibuktikan dalam riset yang dilakukan ilmuwan dari Jemarn. Dalam riset tersebut, peneliti membuktikan bahwa kafein dalam meningkatkan kesehatan sel-sel yang melapisi arteri dan vena.

Manfaat tersebut bisa Anda dapatkan jika mengonsumsi kopi maksimal empat cangkir per hari. Kafein yang dikonsumsi dalam jumlah yang cukup memang membersi sejumlah manfaat.

Menurut para ahli dari Heart Foundation, batas aman konsumsi kafein adalah 400 miligram per hari agar terhindar dari efek sampingnya. Konsumsi kafein berlebihan juga bisa menyebabkan risiko berikut:

sakit kepala, emosi meningkat, gangguan tidur, palpitasi jantung, gangguan pencernaan, dehidrasi, agitasi, maag, gugup, dan diare.

Namun, kafein dalam secangkir kopi berbeda-beda tergantung apakah kopi tersebut jenis instan, kopi seduhan manual, atau tanpa kafein. Kopi yang diseduh secara manual biasanya mengandung 65 hingga 120 miligram kafein. Kopi instan biasanya mengandung 60 hingga 85 miligram kafein.

Bahkan, kopi yang diklaim tanpa kafein pun biasanya mengandung sekitar dua hingga empat miligram kafein. Oleh karena itu, Anda harus membaca kemasan sebelum mengongumsinya.


Sumber :
https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-efek-minum-kopi-untuk-kesehatan-jantung

Thursday, August 20, 2020

Starbucks Konsep 'Grab And Go'

Starbucks Amerika Pakai Konsep 'Grab And Go' di Tengah Wabah Corona, Indonesia Bagaimana? 


Pelanggan Starbucks di Amerika dan Kanada sekarang ikut kebijakan baru yaitu konsep 'to go' dan tidak bisa duduk serta nongkrong di gerai Starbucks.

Beberapa gerai Starbucks akan ditutup sementara sebagai bagian dari serangkaian peraturan baru terkait selama wabah virus corona ( Covid-19 ). Tempat duduk tak disediakan di semua area kafe dan teras selama setidaknya dua minggu.

Melansir New York Post, Rossann Williams, wakil presiden eksekutif Starbucks dan presiden bisnis yang dioperasikan perusahaan A.S. dan Kanada, mengatakan hal tersebut di hari Minggu. Gerai-gerai tertentu di daerah dengan kemungkinan infeksi virus corona yang tinggi seperti di New York dan Seattle, akan ditutup sementara atau beroperasi pada jam tertentu saja.

Seorang juru bicara Starbucks tidak dapat memberi informasi spesifik  gerai mana saja yang tutup. Ia menyarankan pelanggan untuk memeriksa aplikasi Starbucks mereka untuk melihat gerai mana yang masih buka.

Gerai Starbucks di lokasi yang ramai termasuk di dalam mall atau di kampus perguruan tinggi, juga akan ditutup sementara. "Ini adalah waktu yang benar-benar belum dipetakan dan kami belajar bersama anda saat kami menavigasi Covid-19 bersama-sama," kata Williams dikutip dari New York Post.

Pada saat ini, pelanggan masih akan diizinkan untuk berjalan dan memesan di konter, melalui fitur "pesanan di depan" di aplikasi Starbucks. Lalu juga menggunakan drive-thru atau memesan dengan delivery. Lihat Foto Salah satu sudut di Starbucks Dewata Bali. Termasuk Starbucks terbesar se-Asia Tenggara yang mempunyai luas sekitar 2.000 meter persegi.

Starbucks mengatakan langkah baru ini terbukti efektif ketika diterapkan di China, di mana wabah virus corona pertama kali dimulai akhir tahun lalu. Foto yang menunjukkan bagaimana keadaan Starbucks yang tidak seperti biasa juga viral di media sosial.

Dari Business Insider, beberapa foto memperlihatkan bagaimana gerai Starbucks terlihat sepi dan kosong. Banyak gerai Starbucks di seluruh Amerika Serikat memposting foto gerai. Lalu mengumumkan keputusan untuk meniadakan tempat duduk.

Terlihat banyak kursi yang diangkat dan ruangan menjadi kosong. Starbucks di Indonesia sendiri juga menjalankan kebijakan baru. Kebijakan tersebut di antaranya membersihkan meja dan kursi di gerai setiap delapan menit sekali, sanitasi lebih menyeluruh setiap jamnya, dan menyediakan cairan sanitasi untuk tangan di setiap gerai.

"Kami menanggapi situasi tersebut dengan sungguh-sungguh. Kami sedang mempelajari langkah-langkah yang dijalankan oleh Starbucks China yang mungkin harus kami lakukan juga beberapa hari ke depan," kata Andrea ketika dihubungi Kompas.com, Senin (16/3/2020).


Sumber :
https://travel.kompas.com/read/2020/03/17/222900727/starbucks-amerika-pakai-konsep-grab-and-go-di-tengah-wabah-corona-indonesia?page=all#page2.

Orang Finlandia Minum Kopi Lebih Banyak

Mengapa Orang Finlandia Minum Kopi Lebih Banyak dari Orang di Negara Lain?

Saat mendengar kata Finlandia, mungkin orang-orang akan membayangkan rusa, sauna, dan aurora. Namun, ada satu hal yang sering kali terlewat dari negara Nordik ini, yaitu kopi. Faktanya, menurut Organisasi Kopi Internasional, orang-orang Finlandia mengonsumsi lebih banyak kopi dibanding orang-orang di negara lain, yaitu lebih dari 12 kg per orang per tahun.

Lantas, apa yang menyebabkan konsumsi kopi yang tinggi di negara ini? Peran penting dalam budaya Kopi merupakan minuman yang selalu ada setiap kali makan di Finlandia. Jika seseorang menawari Anda kopi di sana, menolaknya akan dianggap tidak sopan.

Kebanyakan orang meminum 5-8 cangkir kopi setiap harinya. "Kami minum kopi sepanjang waktu di mana-mana," kata seorang pelatih barista dan pakar kopi di Paulig Barista Institute, Ella Takalainen sebagaimana dikutip Insider, Rabu (19/8/2020).

Selain itu, juga akan dianggap tidak sopan apabila tidak ada kopi yang ditawarkan saat Anda berkunjung ke rumah, rapat, atau kantor seseorang.

Menurut Paulig Barista Institute, keistimewaan kopi di Finlandia juga terlihat pada sejumlah kata berbeda yang digunakan untuk menggambarkannya, seperti:

  • Aamukahvi (kopi pagi) 
  • Päiväkahvi (kopi siang hari) 
  • Iltakahvi (kopi malam) 
  • Saunakahvi (kopi sauna) 
  • Läksiäiskahvit" (kopi perpisahan) 
  • Mitalikahvit" (kopi medali, ketika orang Finlandia memenangkan medali olahraga) 
  • Matkakahvi" (kopi saat bepergian atau travelling) 
  • Vaalikahvit" (kopi pemilu, diminum setelah memberikan suara dalam pemilu).


Namun, di samping menjadi bagian besar dalam kehidupan sehari-hari, kopi juga berperan penting dalam sebuah perayaan. "Kopi selalu disajikan dalam segala perayaan atau acara spesial dan akan dianggap aneh jika tidak ada kopi. Bahkan dalam acara yang diadakan larut malam," kata Talakainen.

Pengaruh kondisi alam dan sejarah Ada banyak teori yang diduga menjadi alasan mengapa orang-orang Finlandia mengonsumsi begitu banyak kopi. Salah satu barista di Paulig Kulma mengatakan, hari yang gelap membuat orang-orang membutuhkan lebih banyak kafein untuk tetap terjaga. Finlandia memang diketahui memiliki waktu bersinar matahari yang pendek.

Pada Januari lalu, hanya ada sekitar 3,5 jam antara waktu matahari terbit hingga matahari kembali terbenam. "Finlandia berada di ujung paling ekstrem dari Eropa dan selama berbulan-bulan musim dingin, kita hanya bisa melihat sedikit sinar matahari sehingga orang mengatakan bahwa kita membutuhkan kafein untuk bertahan hidup," kata Talakainen.

Teori lain mengatakan bahwa alasan konsumsi kopi yang tinggi di Finlandia ini berhubungan dengan sejarah. Pada 1809, Finlandia menjadi wilayah otonom Rusia dan tidak memperoleh kemerdekaan hingga 1917.

"Dalam revolusi budaya, orang Finlandia merasa bahwa mereka lebih suka menjadi negara Barat daripada menjadi bagian dari budaya Timur," jelas Takalainen. "Secara tradisional, Rusia sangat menyukai minuman teh. Jadi, orang Finlandia memilih untuk minum kopi," lanjutnya.

Kualitas dan keberlanjutan Di Finlandia, meminum kopi yang disangrai ringan merupakan hal yang normal, tetapi espresso dan minuman susu dianggap mewah atau istimewa. "Secara tradisional, orang-orang Finlandia menyukai kopi yang disangrai ringan," kata Rakalainen.

Bagi orang-orang Finlandia, meminum kopi yang berkelanjutan atau bersifat sustainable juga menjadi prioritas kebanyakan. "Prioritas ini mendorong para roaster kopi untuk menjadi sangat transparan tentang sumber, bahan, dan cara kerja mereka," sambungnya.

Hasilnya, para penyedia kopi berupaya untuk membawa kualitas yang tinggi dan memastikan kepada para konsumen bahwa kopi yang disajikan enak dan tidak berasal dari proses yang merugikan atau salah.

Di Finlandia, sulit pula ditemukan merek-merek kopi yang dikenal di kebanyakan negara Eropa.  Namun, ada banyak kafe independen dan jaringan restoran di Finlandia.  Sebagai negara yang secara resmi dinilai paling bahagia di dunia selama beberapa tahun berturut-turut, mungkinkah kopi menjadi salah satu penyebabnya?


Sumber :
https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/19/212915765/mengapa-orang-finlandia-minum-kopi-lebih-banyak-dari-orang-di-negara-lain?page=all.

Monday, May 11, 2020

Morning Coffee


“Drink your coffee, it clears out the brain in the morning”
― Sergei Lukyanenko, Twilight Watch

Sunday, May 10, 2020

Wake Up Coffee


“COFFEE! Because this body is NOT going to wake itself up!”
― Comic Strip Mama

Saturday, May 9, 2020

Loneliness Coffee


“What's a rainy day without some delicious coffee-flavoured loneliness?”
― Sanober Khan, Turquoise Silence

Friday, May 8, 2020

Coffee on Work


“Coffee and makeup would reach its limit and no longer work in hiding my sleeplessness.”
― Mandy Nachampassack-Maloney

Thursday, May 7, 2020

Couple Books & Coffee


“Oh yes! I have couple-goals too. I love to couple myself with- Books, Coffee and Mountains.”
― Jasleen Kaur Gumber

Wednesday, May 6, 2020

Coffee Way


“No coffee, no way.”
― Toba Beta, Master of Stupidity

Tuesday, May 5, 2020

Coffee and Love


“Coffee and love taste the same, bittersweet!”
― Saravana Kumar Murugan, Coffee Date

Monday, May 4, 2020

Awake Coffee


“The coffee is not strong enough to keep me awake.”
― J. Limbu

Sunday, May 3, 2020

Pure Coffee


“No milk. It is black coffee, pure but strong, that fortifies against the powers of darkness with which the world is filled.”
― Robert Aickman, The Wine-Dark Sea


Saturday, May 2, 2020

Coffee First


“Coffee first. Save the world later.”
― Caroline George, The Vestige

Friday, May 1, 2020

Overnight Coffee


“Love doesn't go away overnight. It sometimes stays for coffee.”
― Ljupka Cvetanova, The New Land

Thursday, April 30, 2020

Writing My Coffee


“Writing is like my coffee. If I don't have any, I go crazy.”
― Khali Raymond

Wednesday, April 29, 2020

Simplest Joys of Coffee


“Your life will always be better off when you concentrate on the simplest joys of life like drinking a cup of coffee!”
― Mehmet Murat ildan

Tuesday, April 28, 2020

Little Coffee


“A little coffee. A little sunlight. Your troubles will get smaller.”
― Richard Webber

Monday, April 27, 2020

Morning Coffee


“I can’t deal with angry people until after I’ve had my morning coffee.”
― Henning Mankell, One Step Behind

Sunday, April 26, 2020

Coffee to Go


“If you feel a need to get wired, take my advice. Loud, fast music coupled with strong, black coffee is the best way to go.”
― Lou Brutus

Saturday, April 25, 2020

Coffee Rescue


“When hands are in love, coffee will always come to the rescue.”
― Anthony T. Hincks

Friday, April 24, 2020

Coffee's Hot


“When coffee's hot, it comes to the rescue.
When coffee's cold, it just chills out.”
― Anthony T. Hincks

Thursday, April 23, 2020

Coffee Better


“A good cup of coffee makes life seem better.”
― Sahara Sanders, INDIGO DIARIES: A Series of Novels

Wednesday, April 22, 2020

Romance Coffee


“Without coffee, how would romance wake up in the morning?”
― Anthony T. Hincks

Tuesday, April 21, 2020

Kopi dan Perempuan


“Kopi dan perempuan, mereka saudara kembar. Dua-duanya keras kepala perihal rasa.”
― Ilham Gunawan

Monday, April 20, 2020

Kopi dan Menikmati Kepahitan


“Barangkali, Tuhan menciptakan kopi di bumi ini, agar kita semua tidak sendirian dalam menikmati kepahitan.”
― Ilham Gunawan

Sunday, April 19, 2020

Coffee During an Extreme Night Shift


“It was normal to drink two pots of coffee during an extreme night shift.”
― Steven Magee

Saturday, April 18, 2020

Coffee to Start This Day


“Please pour me some coffee and sit beside me. I want to have a perfect start to this day.”
― Nitya Prakash

Friday, April 17, 2020

Annoying Coffee


“People don't seem as annoying when I've got coffee”
― Tommy Cotton, Promises

Thursday, April 16, 2020

Drink Coffee and Live


“I do not question anyone anymore. I drink coffee and I live.”
― Tahar Ben Jelloun

Wednesday, April 15, 2020

Social Drink as Coffee


“Tea is certainly as much of a social drink as coffee, and more domestic, for the reason that the teacup hours are the family hours."
― Arthur Gray, Little Tea Book

Tuesday, April 14, 2020

The Power of Coffee


“Never underestimate the power of a good cup of coffee.”
― Ursula Vernon

Monday, April 13, 2020

Magic Coffee


“Coffee is a kind of magic you can drink.”
― Catherynne M. Valente, The Girl Who Fell Beneath Fairyland and Led the Revels There

Sunday, April 12, 2020

A Perfect Cup of Coffee


“The relationship between a perfect cup of coffee and a writer is just like the couple who always standby and feel proud of being committed to each other.”
― Himmilicious

Saturday, April 11, 2020

My Coffee with Optimism


“I like my coffee with cream and my literature with optimism.”
― Abigail Reynolds, Pemberley by the Sea

Friday, April 10, 2020

Strong Cup of Coffee


“It doesn't matter where you're from - or how you feel... 
There's always peace in a strong cup of coffee.”
― Gabriel Bá, Daytripper

Thursday, April 9, 2020

Proportioned to The Quantity of Coffee


“The powers of a man's mind are directly 
proportioned to the quantity of coffee he drinks.”
― Sir James Mackintosh

Wednesday, April 8, 2020

A Morning Coffee


“A morning coffee is my favorite way of starting the day, 
settling the nerves so that they don't later fray.”
― Marcia Carrington

Tuesday, April 7, 2020

Consistency in Coffee


“Adventure in life is good; consistency in coffee even better.”
― Justina Chen Headley, North of Beautiful

Monday, April 6, 2020

Better Than No Coffee


“Even bad coffee is better than no coffee at all.”
― David Lynch

Sunday, April 5, 2020

Coffee Spoons


I have measured out my life with coffee spoons.
- Alfred Prufrok

Saturday, April 4, 2020

Good Communication


Good communication is just as stimulating as black coffee, 
and just as hard to sleep after.
- Anne Morrow Lindbergh

Friday, April 3, 2020

Filosofi Kopi Susu


Seperti kita saat minum kopi (coffee) dibalik itu pasti akan ada susu (latte) yang manis dan nikmat, itulah kehidupan nyata (real)
- @realcoffeelatte

Thursday, January 23, 2020

Villa Koffie atau Wisma Rayap

Menikmati Misteri dan Magisnya Kopi Rayap, Apa yang Menarik?


Wisata kopi di Perkebunan kopi Rayap ini merupakan potensi wisata alam Jember. Di Wisata Agro Rayap Kebun Renteng bisa melihat pengolahan kopi dari penanaman sampai biji kopi, termasuk mencicipi hasil roasting kopinya

Pusat penelitian kopi dan kakao Indonesia (Puslit Koka) ada di kota Jember. Selain Puslit Koka, jejak kolonial Belanda pada komoditas kopi lekat di Jember. Di kebun Rayap, ada villa tua peninggalan Belanda, rumah-rumah petugas perkebunan peninggalan Belanda yang tak berpenghuni, dan bangunan pabrik klasik. Wisata agro kopi yang magis dan misterius.

Villa Koffie Rayap. Itu titik di peta online yang bisa jadi panduan menuju sebuah area hijau dan legendaris kebun dan pabrik kopi di Jember, Jawa Timur ini.

Lengkapnya Wisata Agro Rayap Kebun Renteng dikelola PTPN XII. Perjalanan menuju kampung dan pabrik kopi Rayap hanya sekitar setengah jam berkendara dari pusat kota Jember. Ke arah utara, di kawasan perbukitan. Setelah 20 menit dari kota yang panas, suasana mulai berubah sejuk dengan lebatnya pepohonan dan lembah.

Kota Jember pun nampak saat kendaraan makin naik ke bukit. Jalan menyempit, sampai tiba di kampung Rayap, masuk pemukiman, rumah-rumah sederhana resik dengan tanaman pot digantung di beranda. Memasuki pos penjagaan, terlihat pohon kopi ditanam rapi di tebing-tebing bukit. Dibuatkan terasering sehingga bisa ditanam berundak.

Aliran sungai juga menyibak kebun-kebun kopi di bawah jalan setapak. Gemericik air melewati bebatuan besar membuat kaki ingin segera melangkah ke sana, bermain air.

Ada satu lagi yang menyihir mata, sebuah bangunan villa tua dengan jendela-jendela besar khas arsitektur peninggalan kolonial. Villa Koffie atau Wisma Rayap sebutannya. Berandanya menghadap ke jalan setapak dan sungai. Sejumlah kamar berukuran besar dengan kasur-kasur ditata berbaris, lengkap dengan bantal dan selimut. Ada kamar khusus laki-laki dan perempuan. Sepertinya sering disewa oleh rombongan yang outbound atau belajar kopi.

Wisata Agro Rayap Kebun Renteng yang dikelola PTPN XII atau Rolas.

Pada akhir Desember lalu kami mengikuti tur belajar kopi, ditawarkan Hasti Utami, seorang perempuan muda warga Jember yang sedang getol mempersiapkan wisata alam. Tahun 2017 lalu ia merilis paket tur bertajuk Tamasya Bus Kota ke sejumlah tempat plesiran di Jember. “Banyak sekali potensi wisata alam Jember yang belum dikenal,” katanya.

Perjalanan ke kebun kopi Rayap ini belum masuk dalam paket regulernya. Ia sedang memetakan potensi-potensi perkebunan yang bisa dijadikan wisata edukasi.

Seorang pria petugas kebun mengajak berkeliling kawasan untuk memulai tur kopi mulai dari kebunnya. Mengenal cara membibitkan jenis kopi yang ditanam. Area pembibitan terlihat penuh dengan demplot-demplot budidaya bibit unggul yang cocok ditanam di area ini.

Calon bibit kopi disemai, setelah 3 bulan keluar akar baru ditanam. Selama 3-4 bulan plastik penutup area bibit tak boleh dibuka, kecuali saat disiram. Agar tak mudah diserang penyakit.

Sejumlah peserta tur bertanya soal pembuatan pupuk organik, di sini menggunakan stimulasi pupuk kencing sapi campur kelapa muda, sebagai perangsang akar.


Sumber :
https://www.mongabay.co.id/2019/02/17/menikmati-misteri-dan-magisnya-kopi-rayap-apa-yang-menarik/

Related Posts